MUI Apresiasi Diplomasi Bebaskan WNI dari Penahanan Israel
MUI menyambut pembebasan seluruh aktivis kemanusiaan dan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Israel. Pernyataan itu disampaikan Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, pada 22 Mei 2026. Kelompok yang dibebaskan meliputi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, Freedom Flotilla Coalition (FFC), dan sembilan WNI. Proses pemulangan berlangsung lewat jalur diplomatik internasional setelah konfirmasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada 21 Mei 2026.
Apresiasi terhadap langkah diplomasi dan peran masyarakat
Sudarnoto menilai pembebasan itu menunjukkan kesungguhan pemerintah melindungi warga negara yang berangkat dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Ia juga menyoroti peran aktif organisasi kemanusiaan dan lembaga filantropi yang mengawal misi sejak awal.
“Pemerintah Indonesia juga melakukan upaya yang sungguh-sungguh untuk pembebasan ini. Aksi penculikan ini memang benar-benar melanggar hukum internasional dan juga melampaui batas-batas nurani dan akal sehat.”
Ia menyampaikan terima kasih kepada segala elemen yang terlibat, termasuk organisasi pendukung perjuangan Palestina dan relawan yang mempersiapkan misi dengan serius.
“Terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah sungguh-sungguh melakukan langkah penting untuk misi pembebasan ini. Terima kasih juga disampaikan kepada lembaga-lembaga filantropi dan bela Palestina yang ikut mengawal misi penting ini.”
Proses pembebasan dan pemulangan
GPCI menyatakan pembebasan berdasarkan pembaruan dari tim hukum, yaitu Legal Center, yang memantau perkembangan para aktivis. Semua relawan dinyatakan keluar dari penahanan dan sedang dalam proses pemulangan ke negara masing-masing.
- Kelompok yang dibebaskan: Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0
- Freedom Flotilla Coalition (FFC)
- Sembilan WNI
“Alhamdulillah saudara kita ada dalam daftar yang diberikan oleh penjajah kepada tim. Dan nama mereka termasuk yang akan naik pesawat,”
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Maimon Herawati, Steering Committee Global Peace Convoy Indonesia, dalam keterangan pers pada 23 Mei 2026.
Dampak solidaritas dan prospek ke depan
Menurut Sudarnoto, dukungan luas dari masyarakat sipil memperkuat tekanan publik dan langkah diplomatik bersama. Ia menilai kombinasi tekanan publik dan diplomasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembebasan para pejuang kemanusiaan.
“Pembebasan yang dilakukan terhadap pejuang kemanusiaan mengajarkan kita semua bahwa perjuangan yang sungguh-sungguh dan dilakukan bersama akan berhasil.”
Ia berharap dukungan terhadap langkah kemanusiaan dan diplomasi damai terus tumbuh. Sudarnoto juga menyampaikan harapan agar proses ini mempercepat terwujudnya perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
Ke depan, perhatian diarahkan pada proses pemulangan yang sedang berjalan dan dukungan pemulihan bagi relawan setelah kembali. Pemantauan hukum oleh tim yang terlibat akan tetap berlanjut sampai semua WNI kembali dengan aman.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Setujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan
Pemerintah menyetujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan menjadi undang-undang pada Rapat Paripurna DP...
BGN Uji Sistem Prasmanan MBG di Kelas, Makanan Disajikan Hangat
BGN uji coba penyajian MBG secara prasmanan di kelas sejak 5 Oktober 2026 untuk menjaga makanan hangat dan m...
Airlangga Sebut Keunggulan Maung MV3 Garuda Limousine
Airlangga nilai Maung MV3 Garuda Limousine nyaman dengan kursi reclining, interior mewah, dan teknologi seta...
Hari Cerebral Palsy Sedunia 2026: Tema 'Unique and United' dan Sejarahnya
Hari Cerebral Palsy Sedunia diperingati 6 Oktober 2026 dengan tema Unique and United untuk dorong inklusi da...
MenPPPA Dorong Perlindungan Perempuan dalam RUU Ketenagakerjaan
MenPPPA Arifah Fauzi dorong penguatan perlindungan perempuan dan anak dalam RUU Ketenagakerjaan untuk cegah...
Pendaftar TKA 2026 Naik Hampir 10%, Capai 4,2 Juta
Pendaftar TKA 2026 naik hampir 10% menjadi 4,2 juta; 3,86 juta menyelesaikan pendaftaran. Tes digelar 26 Okt...