Polsek Siantar Barat Panen Jagung 10 Rante Dukung Ketahanan Pangan
Siantar Barat — Polsek Siantar Barat bersama petani binaan melaksanakan panen jagung di Jalan Tambun Nabolon, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, kemarin. Kegiatan itu menyasar lahan seluas 10 rante milik petani binaan Eliana Ambarita. Panen dilakukan untuk mendukung program ketahanan pangan meski hasil panen terpengaruh musim kemarau Februari–Maret 2026.
Hasil panen dan penyebab produksi kecil
Petani melaporkan hasil panen jagung yang relatif kecil dalam ukuran butir. Menurut pihak kepolisian, penurunan produktivitas terkait langsung dengan dampak musim kemarau yang terjadi pada Februari hingga Maret 2026.
Meski demikian, panen tetap dilangsungkan sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan lokal dan memberikan contoh praktik budidaya bagi petani binaan di sekitar permukiman.
Dukungan Polri dan arahan penjualan
Kapolsek Siantar Barat, Iptu Raja Kaya Haloho, menyatakan kegiatan ini selain untuk panen juga bertujuan memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat. Ia menekankan kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan.
"Panen bersama petani binaan itu bertujuan mendukung program ketahanan pangan serta meningkatkan silaturahim sehingga kehadiran Polri dapat dirasakan di tengah-tengah masyarakat,"
Pihak Bhabinkamtibmas, Aipda Saut Sihaloho, mengimbau petani binaan untuk menjual hasil panen jagungnya ke Bulog. Imbauan ini disampaikan karena benih dan pupuk yang digunakan merupakan bantuan dari Pemko Siantar, sehingga diharapkan hasilnya dapat masuk ke saluran distribusi resmi.
Peran pembinaan dan akses bantuan
Polsek Siantar Barat menyatakan terbuka menerima keluhan petani serta terus membina kelompok tani untuk meningkatkan ketahanan pangan. Pembinaan meliputi pendampingan teknis hingga arahan pemasaran hasil panen.
"Polsek Siantar Barat juga terbuka menerima keluhan serta membina petani jagung dalam mendukung program pemerintah tentang ketahanan pangan,"
Implikasi dan langkah selanjutnya
Walau hasil panen terdampak kekeringan, kegiatan panen bersama menjadi langkah simbolis penting. Kegiatan ini memperlihatkan koordinasi antarinstansi lokal, petani, dan aparat keamanan dalam upaya menjaga suplai pangan.
Ke depan, pembinaan lanjutan dan akses terhadap benih serta pupuk menjadi kunci untuk mengurangi kerentanan produksi akibat perubahan musim. Diharapkan pula penyaluran hasil panen melalui Bulog dapat membantu stabilisasi pasokan di tingkat lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...