Lokal

Pameran Keris Melayu Medan: 20 Pusaka Tebing Tinggi Dipamerkan

Bagikan:
Pameran Keris Pusaka Melayu: 20 bilah dari Tebing Tinggi dipajang dalam gelar budaya

Medan — Datuk H Rizki Maulana Djamil SH MH menampilkan 20 bilah Keris Pusaka Melayu asal Kota Tebing Tinggi pada Pameran Keris Melayu. Acara itu bagian dari rangkaian Gelar Melayu Serumpun 2026 yang digelar di Medan, Jumat (26/6). Pameran diselenggarakan untuk mendokumentasikan, merawat, dan memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada publik.

Koleksi dan kriteria pemilihan

Datuk H Rizki, mewakili Yayasan Kerapatan Zuriat Diraja Melayu Negeri Padang, mengatakan koleksi yang dipamerkan berasal dari koleksi pribadi. Setiap bilah dipilih berdasarkan nilai sejarah, aturan pakem pembuatan, pamor, ketangguhan, serta falsafah adat Melayu yang terjaga.

Kehadiran 20 bilah pusaka ini merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk mendokumentasikan, merawat, dan memperkenalkan Keris Melayu kepada masyarakat luas. Keris bukan hanya senjata tradisional, tetapi juga identitas, pagar adat, dan warisan peradaban Melayu yang harus dipahami dengan ilmu dan adab

Momentum pelestarian

Pameran ini dimaknai sebagai momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Melayu. Selain menampilkan bilah-bilah keris, kegiatan bertujuan menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian benda pusaka. Menurut Datuk H Rizki, semakin banyak yang memahami nilai keris, semakin besar kemungkinan benda-benda itu dirawat turun-temurun.

Diplomasi budaya antarnegara

Gelar Melayu Serumpun 2026 juga menjadi wadah diplomasi budaya. Kegiatan ini menghadirkan delegasi dari berbagai negara serumpun, memperkuat jejaring budaya regional, serta membuka ruang pertukaran pengetahuan tentang warisan Melayu.

  • Malaysia
  • Brunei Darussalam
  • Singapura
  • Thailand
  • Filipina
  • Republik Rakyat Tiongkok
  • Korea Selatan

Makna dan harapan ke depan

Keikutsertaan Keris Pusaka Melayu Kota Tebing Tinggi di forum internasional diharapkan memperkuat eksistensi keris sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, seni, dan filosofi. Datuk H Rizki menegaskan pentingnya pendidikan ilmu dan adab dalam memahami keris agar generasi muda merasa memiliki dan bertanggung jawab atas pelestarian benda pusaka.

Dengan adanya pameran ini, penyelenggara berharap muncul inisiatif pemeliharaan yang lebih luas, seperti pendokumentasian lebih sistematis, program edukasi di sekolah, dan kolaborasi lintas negara untuk menjaga kelestarian warisan Melayu.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait