IHSG Melemah 2,67% Jadi 5.665,17 pada 30 Juni 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, turun 155,62 poin atau 2,67 persen ke level 5.665,17 di Bursa Efek Indonesia. Penurunan ini terjadi setelah indeks dibuka pada 5.801,45 dan sempat menyentuh posisi terendah 5.638,57.
Pergerakan Pasar dan Data Perdagangan
Sepanjang sesi, IHSG bergerak fluktuatif dan dominan di zona negatif. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 569 saham melemah, 131 saham menguat, dan 98 saham stagnan.
Nilai transaksi harian tercatat lebih dari Rp14,91 triliun. Volume perdagangan mencapai sekitar 22 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi lebih dari 1,6 juta kali.
Sentimen dan Proyeksi Analis
Sentimen pasar relatif lemah karena minimnya katalis positif jangka pendek dan kehati-hatian investor menjelang rilis data makro domestik. Menurut Tim Analis Phintraco Sekuritas, pergerakan diperkirakan akan cenderung terbatas dalam rentang tertentu.
IHSG diperkirakan akan bergerak 'sideways' di rentang 5.700–5.900 pada perdagangan hari ini
Perkiraan ini mengikuti pola perdagangan hari sebelumnya. Pada Senin, IHSG tercatat turun 1,28 persen ke level 5.820,79, disertai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp854 miliar.
Usulan Tambahan Anggaran dan Dampak Fiskal
Pasar juga mencermati usulan tambahan anggaran belanja kementerian/lembaga sebesar Rp984 triliun untuk APBN 2027. Tim analis memperingatkan bahwa besarnya usulan ini berpotensi memengaruhi ekspektasi fiskal dan defisit anggaran.
Badan Anggaran DPR menyatakan usulan tersebut akan disampaikan secara resmi kepada Menteri Keuangan supaya dipertimbangkan dalam penyusunan RAPBN 2027
Jika disetujui, tambahan anggaran tersebut dapat meningkatkan belanja negara dan berpotensi memperlebar defisit APBN, yang pada gilirannya dapat memengaruhi sentimen investor terhadap pasar obligasi dan saham.
Pembentukan Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN)
Pemerintah berencana membentuk Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN) sebagai forum koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk pengembangan kawasan industri. Rencana struktur menyebutkan presiden sebagai ketua, wakil presiden sebagai wakil ketua, dan menteri perindustrian sebagai ketua harian.
Keanggotaan DKIN akan melibatkan kementerian, lembaga terkait, dan pemangku kepentingan industri. Menurut analis, efektivitas DKIN bergantung pada implementasi dan koordinasi antarlembaga.
Di sisi lain, pembentukan lembaga baru dikhawatirkan bertentangan dengan semangat penyederhanaan birokrasi pemerintah
Dengan sejumlah isu domestik dan fiskal yang masih berkembang, pelaku pasar diperkirakan akan tetap berhati-hati dalam beberapa sesi mendatang sambil menunggu data makro dan keputusan kebijakan yang lebih jelas.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
ADIGSI-APEI Tandatangani MoU untuk Lindungi Pasar Bursa
ADIGSI dan APEI menandatangani MoU (30 Juni 2026) untuk memperkuat perlindungan siber pasar bursa dari ancam...
Transmigrasi Ekspor 16 Ton Rajungan ke AS, Nilai Rp16 Miliar
Kawasan transmigrasi ekspor 16 ton rajungan ke AS senilai Rp16 miliar, hasil sinergi dengan perusahaan perik...
Bulog Serap 3,24 Juta Ton Beras, Kawal Harga Layak Petani
Bulog menyerap 3,24 juta ton beras hingga 29 Juni 2026 (81% dari target), menjalankan Inpres No.4/2026 untuk...
IHSG Dibuka Turun 19,34 Poin, Pasar Diprediksi Sideways
IHSG dibuka turun 19,34 poin pada 30 Juni 2026; analis perkirakan indeks bergerak sideways 5.700–5.900 karen...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik lewat Test Drive dan Pembiayaan
MUF gelar program test drive EV & hybrid 26–27 Juni 2026 dan tawarkan pembiayaan mulai 1,99% serta promo unt...
Kementan dan Industri Stabilkan Harga Ayam Broiler
Kementan bersama pelaku usaha menstabilkan harga ayam broiler melalui penyerapan ayam hidup dan pengendalian...