Ekonomi

IHSG Dibuka Turun 19,34 Poin, Pasar Diprediksi Sideways

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG saat pembukaan Bursa Efek Indonesia pada 30 Juni 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada Selasa, 30 Juni 2026, turun 19,34 poin atau 0,33 persen ke level 5.801,45. Penurunan terjadi pada awal sesi perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) karena minimnya katalis positif dan kehati-hatian investor menjelang rilis data makro.

Pembukaan pasar dan data perdagangan

Pada penutupan sesi sebelumnya, IHSG berada di 5.820,79 setelah turun 1,28 persen pada Senin. Aliran keluar modal asing masih berlanjut dengan catatan net sell asing sebesar Rp854 miliar pada perdagangan kemarin.

Perkiraan pergerakan IHSG hari ini

Tim analis Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks akan bergerak sideways di rentang 5.700–5.900 pada perdagangan hari ini. Mereka menilai katalis positif jangka pendek minim, sehingga volatilitas diperkirakan terbatas.

"Katalis positif dalam jangka pendek minim, disertai tingginya kehati-hatian investor menjelang rilis data makro domestik. IHSG diprakirakan akan bergerak 'sideways' di rentang 5.700–5.900 pada perdagangan hari ini,"

Faktor yang menjadi perhatian: anggaran dan pembentukan badan baru

Selain sentimen pasar, analis mencermati usulan tambahan anggaran belanja yang diajukan kementerian/lembaga. Jumlah usulan tersebut mencapai Rp984 triliun untuk tahun anggaran 2027, dan rencananya akan dibahas oleh Badan Anggaran DPR.

"Badan Anggaran DPR menyatakan usulan tersebut akan disampaikan secara resmi kepada Menteri Keuangan. Supaya dipertimbangkan dalam penyusunan RAPBN 2027,"

Jika disetujui, tambahan anggaran ini berpotensi menaikkan pos pengeluaran APBN. Kenaikan pengeluaran yang signifikan berisiko memperlebar defisit anggaran.

Dewan Kawasan Industri Nasional dan implikasinya

Pemerintah juga mengusulkan pembentukan Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN) sebagai forum koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Dewan ini direncanakan dipimpin langsung oleh presiden, dengan wakil presiden sebagai wakil ketua dan menteri perindustrian sebagai ketua harian.

Anggota DKIN akan melibatkan kementerian/lembaga terkait dan perwakilan pemangku kepentingan. Menurut analis, bila diimplementasikan dengan baik, DKIN dapat menyelesaikan hambatan lintas sektoral dan meningkatkan daya saing industri.

"Di sisi lain, pembentukan lembaga baru dikhawatirkan bertentangan dengan semangat penyederhanaan birokrasi pemerintah,"

Kesimpulan dan prospek

Kondisi saat ini menunjukkan pasar cenderung berhati-hati sampai ada katalis baru, seperti rilis data makro atau sentimen kebijakan fiskal yang lebih jelas. Investor akan memantau hasil pembahasan anggaran dan detail implementasi DKIN sebagai faktor penentu arah pasar selanjutnya.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait