Seniman Suarakan Kerusakan Lingkungan lewat Pameran Art for Peace
Sejumlah seniman menyorot kerusakan lingkungan melalui pameran Art for Peace and a Better Future yang digelar SBY Art Community di Galeri Emiria Soenassa dan Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa, 1 September 2026. Pameran ini juga menjadi bagian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-499 DKI Jakarta dengan tema perdamaian dan kelestarian lingkungan.
Karya utama dan pesan lingkungan
Salah satu karya sentral pameran adalah Greener World, No More Choice karya Akbar Linggaprana. Lukisan akrilik di atas kanvas berukuran 200 x 300 cm itu menampilkan lanskap surealis hutan dan lautan. Gambar ikan besar di dalamnya menjadi simbol terganggunya keseimbangan alam.
"Kerusakan lingkungan semakin nyata melalui berbagai bencana alam yang menjadi peringatan bagi masyarakat. Kebakaran hutan, banjir, bahkan runtuhnya gletser merupakan peringatan nyata untuk memperbaiki alam dan lingkungan kita,"
Akbar menilai seni lukis menjadi medium efektif untuk menyampaikan kegelisahan dan mengajak publik bertindak menjaga ekosistem.
"Seni lukis menjadi wadah menyampaikan kegelisahan terhadap kerusakan lingkungan sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian,"
Penjualan karya dan alokasi hasil
Karya-karya yang dipamerkan tersedia untuk dijual. Sebagian hasil penjualan dan dukungan mitra akan disalurkan untuk kegiatan sosial serta program pelestarian lingkungan.
- Pemberdayaan pelukis anak berkebutuhan khusus
- Kampanye kesadaran publik tentang lingkungan
- Kegiatan pelestarian ekosistem secara berkelanjutan
Dukungan institusi dan tujuan pameran
Pameran mendapat dukungan dari beberapa lembaga, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kornfeld Galerie Berlin, Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Dukungan ini diharapkan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat seni rupa internasional serta membuka ruang ekspresi bagi seniman yang menyuarakan isu sosial dan lingkungan.
Implikasi dan ajakan
Pameran ini tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga mendorong dialog publik tentang ancaman ekologis dan tanggung jawab kolektif. Dengan menggabungkan pesan perdamaian dan kelestarian alam, penyelenggara berharap pengunjung terinspirasi untuk mengambil peran aktif dalam upaya pelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Penyelamatan Satwa Korban Karhutla Terhambat Api dan Minim Data
Penyelamatan satwa korban karhutla terhambat oleh api, medan sulit, dan minim data; pemadaman jadi prioritas...
DJP Buka Pendaftaran Renjani 2027, Simak Cara Daftar
DJP Kemenkeu buka pendaftaran Renjani 2027 bagi mahasiswa dan dosen, 31 Agustus–2 September 2026. Daftar dar...
12.128 Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi Nasional, Kemnaker Ubah Model
Kemnaker menggelar Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 dengan 12.128 peserta, menggeser model ke pendekatan in...
Menhut: Penurunan Hotspot Berkat Kerja Sama dan Kesadaran
Menhut menyebut penurunan hotspot berkat kerja bersama dan kesadaran masyarakat; Riau catat nol hotspot 30-3...
DPR Minta BMKG Maksimalkan OMC untuk Atasi Karhutla
DPR minta BMKG tingkatkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk atasi karhutla; OMC berlangsung di enam provinsi ka...
BMKG: Awan Cumulonimbus Berpotensi, Dua Wilayah Masuk FRQ
BMKG memperkirakan awan Cumulonimbus masih berpotensi 1-7 Sept 2026; dua zona perairan di Samudra Hindia mas...