12.128 Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi Nasional, Kemnaker Ubah Model
Kementerian Ketenagakerjaan menggelar Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, Selasa, 1 September 2026, dengan 12.128 peserta. Perubahan model pelatihan bertujuan menyesuaikan kurikulum dan materi dengan kebutuhan dunia usaha agar lulusan lebih mudah terserap pasar kerja.
Pendekatan baru: industri sebagai pengarah permintaan
Menaker Yassierli menjelaskan pemerintah merombak ekosistem balai pelatihan vokasi. Pendekatan lama yang bersifat supply-driven diganti dengan model yang melibatkan industri sejak awal.
"Kemnaker telah meninggalkan pola lama yang hanya berfokus pada pasokan lulusan. Industri kini bertindak sebagai demand orchestrator yang mengidentifikasi kebutuhan keahlian serta menetapkan standar kompetensi sejak awal,"
Dengan begitu, perusahaan tidak hanya menjadi pihak penerima tenaga kerja, tetapi juga berkontribusi dalam penyusunan kurikulum, pelaksanaan pelatihan, dan berkomitmen merekrut peserta yang memenuhi standar.
Peserta, seleksi, dan bidang pelatihan
Batch 4 berisi kandidat yang lolos seleksi ketat. Dari sekitar 30.000 pendaftar di seluruh Indonesia, pemerintah memilih 12.128 peserta untuk mengikuti pelatihan.
Program diarahkan ke sektor-sektor yang membutuhkan tenaga ahli. Bidang pelatihan meliputi:
- welding
- green skill
- smart operation
- agroforestry
- AI digital skill
- hospitality
- manufaktur
Sertifikasi kompetensi dan peluang kerja
Peserta mendapatkan pelatihan tanpa biaya dan akan memperoleh sertifikat kompetensi setelah menyelesaikan program. Sertifikat diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bukti keterampilan yang diakui industri.
"Setelah menyelesaikan masa pelatihan secara gratis, lulusan dibekali sertifikat kompetensi dari BNSP. BNSP ini menjadi bukti konkret daya saing keterampilan mereka di mata industri,"
Kemnaker menilai kebutuhan tenaga kerja terampil masih sangat besar. Program ini diharapkan membuka akses kerja, mendorong kewirausahaan, dan meningkatkan produktivitas peserta.
Sinkronisasi pelatihan dengan pertumbuhan investasi
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan penguatan vokasi bagian dari stimulus pemerintah semester II 2026. Tujuannya agar program berjalan efektif, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada masyarakat.
"Program ini merupakan arahan Bapak Presiden yang menjadi bagian dari stimulus di semester dua di tahun 2026. Hal ini perlu dijalankan secara efektif, tepat sasaran, dan berdampak bagi masyarakat,"
Hingga semester I 2026, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen year on year dan setara 49,5 persen dari target. Realisasi investasi itu disebut telah menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja, menandakan kebutuhan kuat terhadap tenaga kerja terampil.
Dengan keterlibatan industri dalam seluruh rantai pelatihan dan sertifikasi resmi dari BNSP, program vokasi diharapkan mampu menutup kesenjangan keterampilan dan mempercepat penyerapan tenaga kerja di sektor-sektor yang tumbuh.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...