DPR Minta BMKG Maksimalkan OMC untuk Atasi Karhutla
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Permintaan itu disampaikan saat rapat kerja dan Rapat Dengar Pendapat berlangsung di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Agustus 2026. Lasarus menilai pemanfaatan potensi awan perlu dimaksimalkan selama musim kemarau untuk membantu pemadaman kebakaran, khususnya di lahan gambut yang sulit dipadamkan dengan metode biasa.
Dorongan DPR untuk Perluas OMC
Lasarus menekankan bahwa memodifikasi cuaca merupakan salah satu langkah yang paling realistis untuk meredam kebakaran gambut. Ia meminta BMKG memanfaatkan seluruh potensi awan yang tersedia di wilayah terdampak. Pernyataan ini muncul menyusul laporan bahwa asap kebakaran sudah masuk hingga ke dalam rumah warga di beberapa daerah Kalimantan.
"Jadi satu-satunya jalan, pak Kepala BMKG, bapak memanfaatkan potensi awan yang ada,"
"Jadi memang satu-satunya cara kita bagaimana kita memodifikasi cuaca ini. Jadi asap ini untuk wilayah-wilayah yang ada gambut, ini memang masalah dan sulit diatasi,"
Status Operasi Modifikasi Cuaca
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa OMC masih berlangsung di beberapa provinsi. Pelaksanaan bersifat situasional dan disesuaikan dengan kondisi atmosfer serta ketersediaan awan potensial.
Faisal juga mengingatkan bahwa visual keberadaan awan belum tentu menjamin keberhasilan hujan buatan ketika kebakaran sangat pekat. Dalam kondisi tersebut, proses penghujanan menjadi lebih sulit.
- Riau
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Lampung
- Jambi
- Sumatra Selatan
Kualitas Udara dan Dampak Kesehatan
BMKG melaporkan kualitas udara di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan masih berkategori tidak sehat hingga berbahaya. Faisal menyebut kondisi terburuk terpantau di Sintang, Kubu Raya, dan Mempawah.
"Ini secara situasional menyesuaikan kondisi atmosfer dan ketersediaan awan potensial. Jadi walaupun kelihatan awannya secara visual, tapi ketika kebakarannya sangat pekat itu menghujankan lebih sulit,"
Proyeksi Hujan dan Implikasi Kebijakan
Faisal memperkirakan hujan akan mulai tiba di sebagian besar wilayah Indonesia pada pertengahan Oktober. Perkiraan ini penting untuk perencanaan penanggulangan karhutla dan kesehatan publik.
"Diperkirakan di sebagian besar wilayah Indonesia hujan akan datang di pertengahan Oktober, kurang lebih,"
Permintaan DPR untuk memperluas operasi modifikasi cuaca menempatkan BMKG di posisi kunci dalam respons kebakaran. Keberhasilan langkah ini akan bergantung pada koordinasi lintas instansi, ketersediaan sumber daya teknis, dan kondisi atmosfer yang berubah-ubah. Pemantauan kualitas udara dan perlindungan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas hingga musim hujan benar-benar datang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...