Palang Pintu Perlintasan di Perbaungan Rusak, Warga Khawatirkan Keselamatan
Perbaungan — Palang pintu perlintasan kereta api di Dusun I Desa Sei Buluh dan Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, dilaporkan tidak berfungsi selama sekitar tiga bulan. Kondisi ini dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan dan dapat memicu kecelakaan, terutama wisatawan yang menuju objek wisata pantai setempat.
Kerusakan dan risiko kecelakaan
Warga setempat mengatakan palang pintu sudah rusak sejak sekitar Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Meski ada pengaman fisik, banyak pengendara terkecoh karena mengira alat itu masih berfungsi normal.
Bambang, warga yang melintas, menyatakan bahwa kondisi tersebut sangat berbahaya dan mengecewakan. Ia menyayangkan hingga kini perbaikan belum dilakukan.
Warga menilai risiko kecelakaan meningkat karena jalur tersebut merupakan akses utama menuju sejumlah pantai. Setiap hari jalan itu dilalui kendaraan roda dua dan roda empat yang membawa wisatawan.
Korban dan lokasi terdampak
Menurut keterangan warga yang berjaga secara sukarela di lokasi, kerusakan palang pintu telah menimbulkan korban. Salah satu korban disebut seorang aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Sergai yang mengalami luka setelah tertabrak kereta api di perlintasan tersebut.
Sebelum dipasang palang pintu, perlintasan itu kerap memakan korban. Mayoritas korban adalah wisatawan yang menuju destinasi pantai seperti:
- Pantai Cemara Kembar
- Pantai Romantis
- Pantai Mangrove
Warga berharap perbaikan segera dilakukan untuk mencegah korban berikutnya.
Tindakan pemerintah daerah
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sergai, Gunawan, membenarkan ada dua titik palang pintu yang tidak berfungsi, yakni di Desa Melati II dan Desa Sei Buluh.
Gunawan menyatakan pihaknya telah menempatkan personel Dinas Perhubungan untuk berjaga 24 jam di kedua lokasi dan sudah dua kali menyurati Balai Pengelola Kereta Api Sumatera Utara agar memperbaiki palang pintu.
Ia menegaskan bahwa perbaikan teknis merupakan kewenangan Balai Pengelola Kereta Api, sehingga koordinasi dan surat menyurat sedang dilakukan oleh pemerintah daerah.
Impak dan harapan ke depan
Kerusakan palang pintu pada jalur akses menuju objek wisata menimbulkan kekhawatiran luas. Selain risiko kecelakaan, gangguan keselamatan ini dapat menurunkan kenyamanan pengunjung dan berdampak pada ekonomi lokal.
Warga dan Dinas Perhubungan meminta agar instansi pengelola jalur kereta mempercepat perbaikan. Hingga perbaikan tuntas, penjagaan dan pengaturan lalu lintas 24 jam di kedua lokasi akan terus dilakukan demi keselamatan pengguna jalan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...