Komisi V Setujui Pagu Indikatif Kementerian PU 2027 Rp98,47 Triliun
Komisi V DPR menyetujui pagu indikatif Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp98,47 triliun pada Rabu, 17 Juni 2026. Dana ini ditetapkan untuk mendukung program infrastruktur yang berdampak langsung pada layanan dasar masyarakat.
Dasar persetujuan dan target anggaran
Persetujuan Komisi V mengacu pada Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Ketua Bappenas. Dokumen itu mencatat kebutuhan anggaran Kementerian PU mencapai Rp291 triliun, namun pagu awal yang disetujui sebesar Rp98,47 triliun.
Ketua Komisi V, Lasarus, menyatakan akan memperjuangkan peningkatan alokasi untuk membiayai program prioritas nasional dan program berbasis masyarakat sesuai mekanisme yang berlaku.
"Selanjutnya kami akan memperjuangkan peningkatan anggaran untuk membiayai program-program prioritas nasional dan program berbasis masyarakat."
Rincian alokasi utama
Kementerian PU merinci alokasi terbesar pada beberapa bidang prioritas. Penjelasan ini menunjukkan fokus pembiayaan pada infrastruktur strategis, jalan, irigasi, dan layanan dasar publik.
| Bidang | Alokasi (Rp) |
|---|---|
| Prasarana Strategis | Rp31,53 triliun |
| Bina Marga (jalan & jembatan) | Rp29,24 triliun |
| Sumber Daya Air | Rp25,44 triliun |
| Cipta Karya (air minum & sanitasi) | Rp11,07 triliun |
| Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) | Rp1,65 triliun |
Fokus pada layanan dasar dan pemulihan bencana
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan setiap anggaran harus diwujudkan menjadi layanan nyata bagi masyarakat. Ia menekankan prioritas pada irigasi, konektivitas jalan, jembatan yang aman, serta layanan air minum dan sanitasi yang terjangkau.
"Anggaran Kementerian PU harus diwujudkan menjadi layanan kepada masyarakat berupa irigasi yang optimal, jalan terhubung, jembatan aman."
Untuk Prasarana Strategis, sebagian dana dialokasikan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, renovasi sekolah keagamaan, dan penanganan kawasan pascabencana. Pada bidang Sumber Daya Air, alokasi difokuskan pada irigasi, pengendalian banjir, dan infrastruktur pascabencana.
Infrastruktur Berbasis Masyarakat: investasi langsung ke lokal
Kementerian juga menyiapkan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) di 4.127 lokasi dengan alokasi Rp1,65 triliun. Program ini meliputi pembangunan irigasi kecil, air minum, sanitasi, pengelolaan sampah, dan infrastruktur ekonomi kawasan.
"Kami memberikan perhatian khusus pada Infrastruktur Berbasis Masyarakat,"
Menurut Kementerian, IBM dinilai sebagai investasi strategis karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat dan berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ekonomi lokal.
Dampak dan langkah selanjutnya
Persetujuan pagu indikatif ini merupakan langkah awal dalam proses penyusunan anggaran definitif. Komisi V dan Kementerian PU akan terus berkoordinasi untuk memperjuangkan penambahan anggaran sesuai kebutuhan program prioritas.
Peralihan dari pagu indikatif ke anggaran final akan mengikuti mekanisme pembahasan antara DPR, pemerintah, dan pihak terkait sebelum ditetapkan dalam anggaran akhir 2027.
Berita Terkait
OJK Terbitkan Kebijakan Adaptif untuk Pengembangan PVML
OJK keluarkan kebijakan adaptif untuk mendukung pengembangan PVML, termasuk masa transisi BNPL hingga akhir...
PTGN Salurkan Gas untuk Komisioning Pabrik Kelapa Sawit GISMR
PT Pertagas Niaga menyalurkan gas untuk komisioning pabrik sawit GISMR di KEK Sei Mangkei guna mendukung uji...
Distribusi Batu Bara Kunci Stabilitas Listrik Nasional
PT Oktasan Baruna Persada perkuat operasional dan teknologi agar distribusi batu bara tepat waktu, kunci men...
Satgas PASTI Hentikan Universal Peak dan BAFI Group
Satgas PASTI menghentikan Universal Peak dan BAFI Group Indonesia setelah temuan aktivitas tanpa izin dan sk...
MUAT Cargo Pertahankan Tarif Kompetitif di Tengah Gejolak Ekonomi Global
MUAT Cargo mempertahankan tarif pengiriman kompetitif di tengah gejolak ekonomi global dengan strategi efisi...
Madu Imago Dilirik Lulu Hypermarket, Potensi Ekspor Rp1,6 Miliar
Madu PT Imago Honey ditawar untuk pasok ke Lulu Hypermarket Arab Saudi senilai USD94.500 (sekitar Rp1,6 mili...