IHSG Turun 1,06% pada Jeda Sesi I, Pelaku Pasar Tunggu Keputusan BI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada jeda siang Kamis, 18 Juni 2026, ditutup di level 6.154,92 atau turun 65,81 poin (1,06%). Pelemahan berlanjut sejak pembukaan dan dipicu oleh kombinasi sentimen domestik dan global.
Pergerakan dan data sesi I
IHSG dibuka pada level 6.191, lebih rendah 56,68 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.220. Tekanan jual berlangsung sepanjang sesi pagi hingga jeda siang.
Proyeksi analis dan sentimen Bank Indonesia
Para analis mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang dinilai berpotensi menentukan arah pasar hari ini. Tim Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak di rentang support-resistance 6.170–6.400 dan mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan.
"Kami memproyeksikan BI masih akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen,"
Menurut Pilarmas, langkah kenaikan 25 basis poin dimaksudkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempertahankan arus modal asing.
Perkiraan dari BNI Sekuritas
Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas, Juido Hutabarat, melihat prospek yang lebih berhati-hati. Ia memperkirakan pergerakan IHSG cenderung stagnan dengan kecenderungan pelemahan.
"Melihat hal tersebut, kami memperkirakan IHSG akan sideways atau stagnan, cenderung melemah,"
Juido menyebut support IHSG berada di 6.130–6.200 dan resistance di 6.250–6.276. Ia juga menyoroti aliran keluar modal asing (net sell) sebesar Rp328 miliar pada perdagangan sebelumnya sebagai tekanan tambahan.
Dampak dari pasar global
Investor global merespon hasil rapat Federal Reserve AS di bawah kepemimpinan Kevin Warsh yang dinilai lebih hawkish. Indeks di Wall Street terkoreksi; Dow Jones -0,98%, S&P 500 -1,21%, dan Nasdaq -1,34%. The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5–3,75%, namun proyeksi yang menunjukkan peluang kenaikan menambah tekanan pasar saham dunia.
Di sisi lain, bursa kawasan Asia-Pasifik mayoritas menguat pada perdagangan sebelumnya. Indeks Kospi memimpin penguatan sekitar +1,6%, menunjukkan sentimen regional yang lebih positif.
Prospek hingga penutupan
Pelaku pasar domestik masih menunggu sinyal kebijakan dari Bank Indonesia dan perkembangan ekonomi global. Kedua faktor ini diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan IHSG hingga penutupan perdagangan hari ini.
Investor disarankan mencermati rilis kebijakan BI dan data arus modal sebagai penentu arah jangka pendek pasar saham domestik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...