Ketua DPRD Minta Pemkot Optimalkan Stadion GBT untuk Sport Tourism
SURABAYA — Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, mendorong Pemerintah Kota Surabaya mengevaluasi dan mengoptimalkan pengelolaan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 21 September 2026, dengan penekanan agar stadion yang dibangun memakai APBD dimanfaatkan secara berkelanjutan, bukan hanya saat pertandingan Persebaya berlangsung.
Evaluasi pengelolaan GBT
Syaifuddin menilai pengelolaan yang bergantung pada agenda temporer membuat potensi aset daerah tidak maksimal. Biaya pembangunan dan perawatan stadion dari APBD perlu diimbangi aktivitas rutin agar investasi memberi manfaat jangka panjang.
Ia meminta Pemkot menyusun pola pengelolaan yang menghadirkan kegiatan olahraga secara konsisten. Tujuannya agar GBT tidak hanya hidup pada saat event besar.
GBT jangan ramai saat Persebaya main.
KONI dan konsep sport tourism
Syaifuddin mendorong keterlibatan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya dalam pengelolaan GBT. Ia bahkan mengusulkan agar KONI menempatkan kantor di area stadion sebagai bagian dari upaya menghidupkan kegiatan olahraga.
KONI kalau bisa berkantor di GBT. Selanjutnya harus terus didorong semangat sport tourism bisa dihidupkan di GBT.
Menurutnya, konsep sport tourism bisa mendatangkan atlet, komunitas olahraga, dan masyarakat umum. Aktivitas tersebut berpeluang menggerakkan ekonomi lokal di sekitar kawasan stadion.
Dampak ekonomi dan pemanfaatan APBD
Syaifuddin menegaskan optimalisasi GBT terkait langsung dengan upaya memaksimalkan manfaat investasi APBD. Dengan kegiatan rutin, nilai ekonomi yang dihasilkan setiap tahun akan meningkat.
Pemkot harus aspiratif sehingga akan tumbuh keberkahan dan ekonomi warga terus berjalan. Jangan sampai stadion hanya hidup saat ada event tertentu saja.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan fasilitas oleh berbagai cabang olahraga dan komunitas penting untuk menjaga keramaian dan aktivitas yang konsisten di kawasan GBT.
Keluhan lingkungan di sekitar stadion
Selain soal pengelolaan, Syaifuddin menanggapi keluhan warga mengenai aroma tidak sedap di sekitar GBT. Lokasi stadion yang dekat tempat pembuangan akhir (TPA) disebut-sebut menjadi salah satu faktor penyebab.
Ia mempertanyakan intensitas dan keabsahan keluhan tersebut, namun memastikan bahwa Pemkot telah melakukan langkah mitigasi untuk mengatasi persoalan lingkungan di kawasan stadion.
Dengan evaluasi pengelolaan, penguatan kegiatan olahraga, dan pengembangan konsep sport tourism, Syaifuddin berharap GBT berkembang menjadi pusat aktivitas olahraga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Surabaya.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Hasto Paparkan 5 Prinsip Megawati untuk Kader PDIP
Hasto memaparkan lima prinsip Megawati untuk kader PDIP agar tetap konsisten, berpihak pada rakyat, dan meng...
Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir Hidupkan Tradisi Using di Kemiren
Ribuan cangkir kopi gratis disajikan di Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir, Kemiren, untuk melestarikan trad...
Ansari Ingatkan Wisudawan STEI Pamekasan: Buktikan Manfaat Ilmu
Ansari minta wisudawan STEI Masyarakat Madani Pamekasan membuktikan manfaat ilmu mereka; 44 lulusan diwisuda...
Blitar Perkuat Nasionalisme dan Keterampilan Generasi Muda Lewat Soekarno Way
Pemkab Blitar dorong nasionalisme dan keterampilan generasi muda lewat talkshow Soekarno Way untuk siapkan p...
Hasto Ajak Mahasiswa Teladani Soekarno Way di Blitar
Hasto Kristiyanto mengajak mahasiswa meneladani Soekarno Way sebagai pedoman kepemimpinan berideologi dan be...
Soekarno Run Blitar 2026 Dorong Peran Anak Muda di Politik
Deni Wicaksono: partai harus beri ruang bagi generasi muda lewat kegiatan seperti Soekarno Run dan Soekarno...