Lokal

Operasional PT BSM Subulussalam Terganjal Konflik, 32 Pekerja Dirumahkan

Bagikan:
Pintu masuk pabrik PT BSM di Subulussalam saat operasional dihentikan

Subulussalam — Operasional Pabrik Pengolahan Berondolan Kelapa Sawit (PT BSM) Kota Subulussalam masih dihentikan sejak akhir Mei setelah terjadi bentrokan warga dengan pihak pabrik. Kejadian itu memicu penutupan sementara sejak Sabtu, 23 Mei, dan membuat 32 karyawan dirumahkan tanpa kepastian jaminan keamanan untuk melanjutkan kerja.

Desakan serikat buruh dan respons perusahaan

Serikat Buruh Bersatu Bensuli mendesak pemerintah kota agar menjamin kelanjutan operasi BSM dan mempercepat mediasi. Dalam audiensi ke kantor wali kota pada Selasa, 2 Juni, juru bicara serikat, Rinto Berutu, menilai penanganan konflik oleh Pemko berjalan lamban. Ia menyebut penghentian operasi berdampak langsung pada pekerja dan pelaku usaha sekitar pabrik.

Sementara itu, pihak perusahaan awalnya enggan berkomentar. Namun Komisaris PT BSM, Heppi Bancin, kemudian menyampaikan bahwa sampai kini belum ada jaminan keamanan yang membuat perusahaan berani kembali beroperasi.

Alasan perusahaan belum kembali beraktivitas

Menurut Heppi, riak konflik antara warga dan perusahaan belum sepenuhnya mereda. Kondisi itu membuat pimpinan BSM memilih tidak mengambil risiko untuk memulai operasi tanpa jaminan keamanan yang jelas.

"Operasional BSM sebenarnya tidak ditutup, hanya saja karena tak ada jaminan keamanan dan sebagainya setelah pekan lalu warga mendesak ditutup, pihak BSM tidak mau ambil risiko jika serta merta beroperasi," kata Heppi Bancin.

Akibat penghentian operasional, 32 karyawan—sekitar 80% warga setempat—termasuk staf, petugas keamanan, dan teknis, dirumahkan. Heppi menambahkan bahwa beberapa karyawan tetap masih menerima upah meski tidak bekerja.

Komitmen perusahaan terhadap masyarakat

Perusahaan mengklaim tetap memenuhi kewajiban kepada masyarakat sesuai ketentuan. Pada April 2026, PT BSM kembali menyalurkan program CSR seperti tahun sebelumnya. Rincian dukungan perusahaan sepanjang awal 2026 meliputi:

  • Perbaikan jalan Rp25 juta (awal Januari 2026)
  • Honor 5 guru TPA Rp1 juta/bulan (Januari–April 2026)
  • Perbaikan jalan Rp10 juta (10 Februari 2026)
  • Dana FASI Rp500 ribu (Maret 2026)
  • THR untuk 5 guru honor TPA Rp1 juta (Maret 2026)
  • 115 paket sembako senilai Rp23 juta (Maret 2026)

Kronologi singkat dan dampak

Keributan tercatat terjadi saat sebuah truk bermuatan keluar dari pabrik pada Kamis, 21 Mei. Insiden tersebut kemudian berujung pada penghentian operasional dua hari kemudian. Penutupan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan, menimbulkan tekanan ekonomi bagi pekerja dan pedagang sekitar pabrik yang mengandalkan aktivitas pabrik.

Persoalan ini menempatkan tekanan pada pemerintah daerah untuk memfasilitasi mediasi yang efektif. Jika mediasi berjalan cepat dan ada jaminan keamanan, operasional BSM berpotensi pulih dan pekerja kembali beraktivitas seperti semula.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait