Nasional

Basarnas Siapkan Operasi Salvage Libatkan Ahli Hong Kong dan AS

Bagikan:
Tim Basarnas dan ahli internasional menyiapkan operasi salvage di lokasi kapal terbalik Masalembo

Basarnas menyiapkan operasi salvage untuk memperluas pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Masalembo pada 13 September 2026. Operasi ini melibatkan tenaga ahli dari Indonesia, Hong Kong, dan Amerika Serikat, serta akan dimulai setelah tim melakukan observasi dan asesmen lapangan untuk menentukan metode dan peralatan yang tepat.

Apa itu operasi salvage?

Salvage adalah rangkaian tindakan teknis untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, termasuk kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau rusak berat. Proses ini mencakup pengamanan bangkai kapal, pembalikan posisi, membuka akses bagian kapal, pencarian dan evakuasi korban, serta pemindahan kapal untuk keperluan penyelidikan.

Basarnas menyiapkan opsi salvage apabila cuaca atau kondisi bawah air menghambat pencarian langsung. Salah satu skenario yang dipertimbangkan adalah penggunaan balon angkat untuk membantu membalikkan posisi kapal.

Siapa yang terlibat dan bagaimana pelaksanaannya?

Tim ahli yang akan melakukan observasi dan asesmen berasal dari Indonesia, Hong Kong, dan Amerika Serikat. Observasi awal menjadi dasar rapat koordinasi untuk menentukan metode penanganan, jenis peralatan, dan kebutuhan pendukung.

Tim ahli yang dihadirkan kebanyakan dari Jakarta. Beberapa personel sudah ada di tempat, namun juga ada tim untuk melengkapi yang baru hadir besok kira-kira jam 10.00 pagi. — Mohammad Syafii, Kepala Basarnas

Peralatan tambahan dapat didatangkan dari Surabaya, wilayah Kalimantan, atau daerah lain sesuai kebutuhan teknis yang ditemukan di lokasi. Basarnas menegaskan pelaksanaan salvage akan menunggu hasil observasi tim ahli sebelum memilih metode final.

Durasi dan kendala teknis

Estimasi durasi operasi salvage adalah sekitar 24 jam apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana. Namun, waktu ini dapat bertambah bila tim menghadapi kendala teknis, kondisi kapal tidak sesuai perkiraan, atau faktor lapangan lain.

Durasi operasi salvage diperkirakan sekitar 24 jam apabila seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana. Namun, waktu pengerjaan dapat bertambah apabila tim menghadapi kendala teknis, kondisi kapal yang tidak sesuai perkiraan, atau faktor lain di lokasi. — Mohammad Syafii, Kepala Basarnas

Kronologi dan kondisi korban

KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026 dengan manifest 243 orang. Kapal hilang kontak dan kemudian ditemukan terbalik di perairan Masalembo pada 13 September sekitar pukul 01.00 WIB.

  • Jumlah manifesto: 243 orang
  • Sudah ditemukan: 114 orang (108 selamat, 6 meninggal)
  • Masih hilang: 129 orang

Pencarian terus dilakukan oleh berbagai unsur SAR. Tim juga memperhatikan kondisi bangkai kapal yang kini berada di bawah permukaan air dan mengalami pergeseran sekitar 450 meter, faktor yang harus diperhitungkan sebelum memilih metode salvage.

Langkah selanjutnya

Setelah observasi dan asesmen selesai, tim akan menggelar rapat koordinasi untuk menetapkan metode penanganan. Jika metode pembalikan menggunakan balon dipilih, fokus utama tim adalah membuka akses ke bagian kapal yang sulit dijangkau untuk mencari korban yang diduga masih berada di dalam.

Setelah pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai, bangkai kapal akan ditarik untuk kepentingan penyelidikan dan investigasi lebih lanjut.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait