Nelayan Puger Keluhkan Sulitnya Dapatkan Solar Subsidi
JEMBER — Puluhan nelayan dari Puger, Jember, mendatangi ruang Fraksi DPRD pada Jumat siang, 29 Mei 2026, untuk mengadukan kesulitan mendapatkan solar subsidi dan rumitnya persyaratan administrasi melaut. Mereka meminta kemudahan akses BBM serta penyederhanaan dokumen agar aktivitas melaut tidak terhambat.
Aksi dan tuntutan nelayan
Puluhan nelayan memenuhi ruang rapat DPRD Jember dan bergantian menyampaikan keluhan kepada pimpinan dewan. Hadir menerima aspirasi antara lain Wakil Ketua DPRD Widarto, Ketua Komisi B Candra Ary Fianto, dan pejabat komisi terkait.
Mereka menegaskan kebutuhan mendesak akan solar subsidi karena bahan bakar itu menjadi syarat utama agar kapal bisa beroperasi di laut selatan.
Kendala barcode dan persyaratan administrasi
Salah satu persoalan utama adalah kewajiban memiliki barcode pembelian BBM subsidi. Menurut para nelayan, banyak nelayan kecil belum memilikinya sehingga sulit memperoleh solar.
Nelayan kecil kesulitan melaut karena belum semua punya barcode pembelian solar subsidi
Selain barcode, nelayan juga harus melengkapi beragam dokumen yang dianggap panjang dan membingungkan. Dokumen yang diminta antara lain:
- Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI)
- SIUP
- Nomor Induk Berusaha (NIB)
- NPWP
- Surat Tanda Bukti Lapor Keberangkatan dan Kedatangan (STBLKK)
- dokumen kapal lainnya
Ketua Kelompok Nelayan Mutiara Laut Selatan, Mohamad Rian Hafiq Yuki, menyatakan harapan agar persyaratan lebih terjangkau bagi nelayan kecil.
Kami ingin di Puger itu lengkap
Dampak terhadap kehidupan nelayan
Nelayan menekankan bahwa solar bukan sekadar biaya operasional. Solar adalah penentu kemampuan melaut dan kelangsungan ekonomi keluarga pesisir. Tanpa akses BBM yang mudah, frekuensi melaut turun dan pendapatan keluarga terancam.
Para nelayan kecil mengaku lebih akrab dengan ombak daripada urusan administrasi. Oleh karena itu, beban dokumen menjadi hambatan nyata di lapangan.
Respon DPRD dan langkah lanjutan
Wakil Ketua DPRD Widarto menyatakan aspirasi perlu mendapat perhatian pemerintah daerah dan instansi terkait. Ia meminta agar administrasi dan perizinan difungsikan sebagai instrumen bantuan, bukan hambatan.
Nelayan jangan terus dibebani prosedur yang rumit. Persoalan administrasi harus dipermudah supaya mereka bisa fokus melaut
DPRD berjanji menyampaikan tuntutan ini ke pemerintahan daerah dan pihak terkait agar ada evaluasi tata kelola distribusi BBM subsidi dan penyederhanaan syarat administrasi untuk nelayan kecil.
Permasalahan akses solar dan administrasi ini bukan sekadar urusan teknis. Bagi masyarakat pesisir Puger, solusi yang cepat dan praktis berarti terjaganya mata pencaharian ribuan keluarga. Para nelayan menunggu tindak lanjut yang nyata dari pemerintah dalam waktu dekat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bupati Trenggalek Dorong PDAM Pakai Energi Surya untuk Tekan Biaya
Bupati Trenggalek mendorong PDAM pakai panel surya untuk tekan biaya operasional dan perkuat kontribusi PAD...
Bupati Kediri Dukung Koperasi dan Dorong UMKM Masuk Marketplace
Bupati Kediri dukung koperasi dan dorong UMKM memanfaatkan marketplace untuk meningkatkan daya saing setelah...
Rencana Bioskop di Pasar Baru Magetan Picu Kekhawatiran Pedagang
Pedagang Pasar Baru Magetan khawatir atas rencana pembangunan bioskop; DPRD jadwalkan RDP pada 24 Juli 2026...
PDI Perjuangan Trenggalek Mulai Musran dan Musanran di Munjungan
DPC PDI Perjuangan Trenggalek memulai Musran dan Musanran di Munjungan pada 23 Juli 2026 untuk memperkuat st...
Surabaya Segel 250 Lokasi, Terapkan Gate System dan Parkir Non-Tunai
Pemkot Surabaya menyegel 250 lokasi tanpa izin dan terapkan gate system, CCTV, serta pembayaran non-tunai di...
Kanang Motivasi Wali Murid SDN Margomulyo 2 di Hari Anak Nasional
Budi Sulistyono atau Kanang kunjungi SDN Margomulyo 2 Ngawi pada 23 Juli 2026, memberi motivasi soal penting...