Muhammad Nasir Dilantik Ketua KORPRI Aceh 2025–2030
BANDA ACEH — Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus KORPRI Aceh masa bakti 2025–2030 pada Selasa (14/7) di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Prof. Zudan Arif Fakrullah.
Pada kesempatan yang sama juga dilantik seluruh jajaran pengurus KORPRI Provinsi Aceh serta 20 Ketua Dewan Pengurus KORPRI kabupaten/kota se-Aceh. Upacara menandai pembaruan kepengurusan yang akan memimpin organisasi pegawai negeri sipil selama lima tahun ke depan.
Pesan Nasir: KORPRI sebagai penggerak birokrasi
Dalam sambutannya, Muhammad Nasir menegaskan posisi strategis KORPRI sebagai wadah seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendukung pemerintahan dan pembangunan daerah. Ia meminta KORPRI menjadi motor bagi birokrasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tuntutan pelayanan publik.
KORPRI harus menjadi penggerak lahirnya birokrasi yang adaptif, inovatif, responsif, serta mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang
Nasar juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia. Ia mengajak ASN untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas dan netralitas, serta membangun budaya kerja kolaboratif dan berorientasi hasil.
Arah kebijakan menurut Ketua Umum KORPRI Nasional
Prof. Zudan Arif Fakrullah menyampaikan bahwa ASN merupakan salah satu dari tiga pilar penyelenggaraan pemerintahan, bersama TNI dan Polri. Ia menekankan peran sentral ASN dalam pelaksanaan anggaran negara dan keberhasilan program pembangunan.
Ada tiga pilar penyelenggaraan pemerintahan Indonesia, yaitu ASN, TNI, dan Polri. Karena itu, pimpinan KORPRI harus mampu menggerakkan ASN sebagai wajah penyelenggara negara
Prof. Zudan juga memaparkan empat program utama KORPRI yang menjadi fokus organisasi ke depan. Keempat program itu diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan kesejahteraan ASN.
- Peningkatan kualitas pelayanan publik dan digitalisasi birokrasi
- Penguatan ideologi dan karakter ASN
- Perlindungan karier dan bantuan hukum bagi ASN
- Peningkatan kesejahteraan ASN
Implikasi dan langkah ke depan
Kepemimpinan baru KORPRI Aceh diharapkan mendorong modernisasi layanan publik dan memperkuat profesionalisme ASN di daerah. Nasir menegaskan semangat pembaruan itu harus selaras dengan nilai keislaman, budaya, dan kearifan lokal Aceh.
Dengan fokus pada pengembangan SDM dan digitalisasi birokrasi, target jangka pendek adalah peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat. Keberhasilan program tersebut akan bergantung pada sinergi antara pengurus KORPRI, pemerintah daerah, dan aparat ASN di seluruh kabupaten/kota.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wawali Sabang Hadiri HUT ke-27 Bireuen, Ajak Perkuat Kerja Sama Antar Daerah
Wawali Sabang Suradji Junus menghadiri HUT ke-27 Bireuen (12/10), menyampaikan harapan peningkatan pembangun...
Aceh Besar Dukung PKM UIN Ar-Raniry, 517 Mahasiswa Turun
Pemkab Aceh Besar bahas PKM UIN Ar-Raniry melibatkan 517 mahasiswa di Lhoknga dan Leupung, mulai 22 Oktober...
Bupati Aceh Besar Tekankan Pelestarian Bahasa Aceh di Festival 2026
Bupati Aceh Besar minta peran bersama menjaga bahasa Aceh dan mendorong perlindungan hak budaya seperti kuah...
Kecelakaan di Simalungun: 5 Luka, Ibu Hamil Alami Keguguran
Kecelakaan di Jalan Medan Km 20-21, Simalungun, menewaskan tidak ada korban jiwa; lima penumpang luka dan se...
Wesly Silalahi Hadiri Ibadah Utus-Sambut di GPIB Maranatha
Wali Kota Wesly Silalahi hadir dalam ibadah utus-sambut GPIB Maranatha, memberi penghargaan kepada pendeta l...
Alokasi Bantuan Bedah Rumah Sumut 2026 Melonjak Jadi 15.011 Unit
Pemprov Sumut meningkatkan alokasi bedah rumah 2026 menjadi 15.011 unit; pemda diminta segera lengkapi admin...