Kesehatan

BPJS Luncurkan NADI JKN untuk Jaga Keaktifan Peserta

Bagikan:
Ilustrasi program NADI JKN dan logo BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan resmi merilis program NADI JKN pada 4 Agustus 2026 untuk membantu peserta menyiapkan iuran secara bertahap dan menjaga keaktifan kepesertaan. Skema ini ditujukan khusus bagi pekerja bukan penerima upah dengan penghasilan harian tidak tetap. BPJS mencatat tingkat keaktifan JKN sebesar 80,25 persen, yang mencakup 98,60 persen dari total penduduk.

Rekap keaktifan peserta dan tekanan biaya

BPJS Kesehatan menyampaikan beban klaim harian cukup besar. Lembaga mencatat layanan sekitar 2 juta kunjungan setiap hari, dengan biaya klaim mencapai Rp500 miliar per hari. Total iuran yang terkumpul saat ini sekitar Rp14 triliun per bulan.

BPJS Kesehatan ini sehari melaksanakan pelayanan pada 2 juta pelayanan. Itu Rp500 miliar sehari, sebulan Rp16 triliun, yang kita kumpulkan Rp14 triliun.

Skema NADI JKN: Menabung demi iuran

Program Menabung Demi Iuran (NADI) JKN memberi opsi menabung harian yang mudah diakses. Tujuannya agar peserta yang penghasilannya fluktuatif dapat mengaktifkan kembali kartu proteksi kesehatan melalui tabungan kecil namun konsisten.

Tapi kalau mau nabung tiap hari boleh? Boleh. Kalau nabung tiap hari kalau dihitung cuma 20 hari saja, itu Rp7.000 per hari.

Proses pembayaran dan kerja sama pihak ketiga

BPJS menjelaskan bahwa mekanisme pembayaran menggunakan mitra digital. Pembayaran berjalan dengan sistem pemotongan otomatis atau skema langganan yang terintegrasi ke aplikasi penyedia layanan.

Jadi ini bekerja sama dengan aplikator atau pihak ketiga. Dan pihak ketiga nanti metodenya subscribe atau mungkin nanti pemotongannya melalui (digital-red).

Pendanaan tambahan dan regulasi yang ditunggu

Pemerintah pusat berencana menambah suntikan dana untuk memperkuat cashflow BPJS. Prihati Pujowaskito menyatakan ada rencana bantuan sebesar Rp20 triliun dari APBN yang menunggu aturan pelaksana dari Kementerian Keuangan.

Kita bersyukur dan akan segera direalisasikan bantuan dari Bapak Presiden berupa suntikan dari APBN yang saat ini regulasinya sudah diberikan tanda tangan dan akan menunggu Permenkeu dan kemudian semoga bulan-bulan depan 20 triliun akan segera hadir di sekeliling kita, di kas BPJS. Mohon doanya Bapak, Ibu sekalian.

Dukungan mitra logistik dan platform

Beberapa mitra mendukung implementasi NADI JKN. PT Pos Indonesia menyiapkan aplikasi untuk membantu pengumpulan tabungan, sementara ekosistem Gojek mencatat ratusan pengemudi yang sudah mendaftar.

Kami sangat mendukung penuh kerja sama yang dilakukan antara BPJS Kesehatan ini dengan teman-teman yang ada di komunitas, baik itu pengemudi online ataupun yang lain.

Mobilitas para mitra sangat tinggi karena mereka bekerja bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga. Saat ini, kami laporkan sebanyak 3.147 mitra Gojek di luar desil 1-5 telah bergabung dengan BPJS Kesehatan, sehingga mereka dan seluruh anggota keluarganya mendapatkan perlindungan dari risiko biaya kesehatan yang tidak terduga.

Uji coba dan cakupan awal

Uji coba skema konvensional sedang berlangsung di lima kantor cabang, termasuk Boyolali dan Banyuwangi. Sinergi dengan badan usaha milik desa diharapkan memperluas jangkauan program ke wilayah pelosok.

Program NADI JKN diharapkan meningkatkan kepatuhan iuran dan menekan angka penunggakan. Keberhasilan pilot dan keluarnya aturan pelaksana dari Kementerian Keuangan akan menjadi penentu percepatan implementasi nasional.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait