Kesehatan

BPJS Luncurkan NADI JKN: Tabungan Iuran untuk Pekerja Informal

Bagikan:
Ilustrasi program tabungan iuran NADI JKN untuk pekerja informal dan pengemudi ojek daring

BPJS Kesehatan meluncurkan program NADI JKN (Menabung Demi Iuran JKN) pada 4 Agustus 2026 untuk memudahkan pekerja informal membayar iuran bulanan. Program ini ditujukan meningkatkan keaktifan kepesertaan hingga 80,25 persen dan diuji coba di lima kantor cabang sebelum penerapan skala nasional.

Peluncuran dan tujuan program

Peluncuran nasional dilakukan secara tatap muka dan memperkenalkan mekanisme tabungan mikro sebagai alternatif pembayaran iuran. Sistem dirancang untuk meringankan beban finansial pekerja harian yang menerima penghasilan tidak tetap, seperti pengemudi ojek daring dan pekerja informal lainnya.

Mekanisme tabungan iuran dan uji coba

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito (Pujo), menjelaskan peserta bisa menabung harian atau mencicil untuk mengumpulkan iuran bulanan. Skema ini memungkinkan peserta kelas 3 mengumpulkan Rp35.000, dengan Rp7.000 bantuan dari pemerintah agar status peserta menjadi aktif.

"Dan ini menjadi peran atau kesempatan kita untuk bisa membantu teman-teman ojol ini bagaimana membayar iuran dengan cara mencicil, menabung harian sehingga dia bisa kumpulkan sebesar Rp35.000 untuk kelas 3, Rp7.000-nya dibantu pemerintah untuk bisa menjadi peserta aktif. Menurut undang-undang, peserta aktif adalah mereka yang membayar iuran,"

Menurut Pujo, uji coba sistem konvensional perorangan sedang berlangsung di lima kantor cabang dan kerja sama dengan koperasi daerah diharapkan menjamin kelangsungan pembayaran.

Dukungan mitra dan pendaftaran komunitas

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Lula Kamal, mengusulkan skema pendaftaran berbasis komunitas dan penggunaan platform digital mitra untuk pendaftaran kolektif bertahap.

"Hari ini adalah peluncuran dari program Menabung Demi Iuran JKN atau NADI JKN. Kenapa saya bilang 'make it happen' dari mimpi saya? Karena saya adalah orang yang bawel banget cerita bagaimana kemudian orang-orang yang pekerjaannya harian dan memang dapat upahnya harian, mereka akan sulit kalau untuk menabung untuk bayar bulanan,"

Perusahaan platform turut mendukung. Chief of Public Affairs GoTo, Dyan Sinto Ekopuri, menyatakan sebanyak 3.147 pengemudi ojek daring telah tercatat aktif dalam program.

"Oleh karena itu, kami sangat senang ketika teman-teman BPJS Kesehatan kemudian datang kepada kami dan kita berhasil meluncurkan apa yang kita sebut dengan program Daily Deduct Engine. Ini diharapkan bisa meng-address salah satu pain point ... teman-teman tidak usah harus direpotkan, tapi pada saat yang sama juga memenuhi sebagaimana yang disampaikan Mbak Lula Kamal tadi,"

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, mendorong peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra edukasi layanan dan perluasan cakupan peserta.

"Saya langsung saja atas nama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sangat senang dan bersyukur hadirnya program NADI JKN, yaitu Nabung Demi Iuran BPJS Kesehatan,"

Dampak dan prospek

Selain menyediakan mekanisme pembayaran yang lebih fleksibel, BPJS menyatakan NADI JKN bertujuan menanamkan kebiasaan perencanaan keuangan dan disiplin bayar iuran. Kerja sama dengan koperasi, BUMDes, dan platform mitra digital diharapkan mempercepat adopsi, terutama di komunitas pekerja harian.

Keberhasilan uji coba di lima cabang dan pendaftaran ribuan pengemudi menjadi tolok ukur sebelum skala nasional. Jika berjalan sesuai target, program ini berpotensi meningkatkan akses perlindungan kesehatan bagi kelompok rentan sekaligus menurunkan angka peserta tidak aktif.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait