Kesehatan

Modernisasi RS dan NADI JKN Perkuat Keaktifan Peserta

Bagikan:
Gedung rumah sakit dan logo BPJS Kesehatan sebagai simbol layanan kesehatan

Pemerintah akan meremajakan 350 rumah sakit dan memperbarui 10.000 puskesmas dalam program modernisasi layanan kesehatan. Pengumuman ini disertai peluncuran NADI JKN oleh BPJS Kesehatan pada 4 Agustus 2026 untuk membantu pekerja berpenghasilan tidak tetap menyiapkan iuran, sekaligus meningkatkan keaktifan peserta JKN yang kini tercatat 80,25 persen dari cakupan 98,60 persen penduduk.

Modernisasi fasilitas kesehatan nasional

Program modernisasi diarahkan untuk memperbaiki akses dan kualitas layanan kesehatan di seluruh daerah. Pemerintah menargetkan peremajaan 350 rumah sakit dalam tiga tahun mendatang dan pembaruan berkelanjutan 10.000 puskesmas di desa-desa.

Sebelumnya, pembangunan 22 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) telah rampung pada 2025, dan pemerintah berencana menyelesaikan 22 rumah sakit tambahan pada 2026.

Sesuai dari arahan Pak Presiden, akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas itu menjadi fondasi dan fundamental kita dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan juga untuk maju ke depan. Dan juga pemerintah, kami semua sedang fokus untuk memperbaiki layanan kesehatan sebagaimana yang disampaikan langsung oleh Bapak Presiden, Bapak Prabowo

Pemerintah akan membangun dan juga meremajakan atau modernisasi 350 rumah sakit dalam waktu tiga tahun ke depan dan telah menyelesaikan pembangunan 22 RSUD pada tahun 2025 dan insaallah 22 rumah sakit di tahun 2026

Capaian kepesertaan dan keaktifan JKN

BPJS Kesehatan melaporkan cakupan kepesertaan mencapai 98,60 persen dari total penduduk. Namun, tingkat keaktifan pembayaran iuran masih berada di angka 80,25 persen, yang menjadi fokus reaktivasi program jaminan kesehatan nasional.

Direktur Utama BPJS Kesehatan menjelaskan beban klaim dan realisasi iuran untuk menggambarkan tantangan pembiayaan.

BPJS Kesehatan ini sehari melaksanakan pelayanan pada 2 juta pelayanan. Itu Rp500 miliar sehari, sebulan Rp16 triliun, yang kita kumpulkan Rp14 triliun

Program NADI JKN untuk pekerja informal

BPJS Kesehatan memperkenalkan Program Menabung Demi Iuran (NADI) JKN pada 4 Agustus 2026. Skema ini dirancang bagi pekerja bukan penerima upah dengan penghasilan tidak tetap, agar dapat menabung dan mencicil iuran JKN secara bertahap.

Beberapa peserta melaporkan manfaat langsung dari skema cicilan harian yang lebih ringan.

Bagi saya mitra Gojek, dengan adanya program ini sangat membantu untuk saya yang mempunyai penghasilan yang tidak tetap, ya. Karena iuran BPJS Kesehatan itu sangat penting bagi saya yang bekerja di jalanan

Ya, kalau menurut saya sih kalau untuk saat ini cukup untuk program NADI ini ya. Karena saya dan keluarga sudah terbantu gitu. Untuk potongannya, untuk cicilannya ini per harinya lumayan membantulah

Alhamdulillah saya menanggung lima orang termasuk saya sendiri. Jadi karena untuk ada BPJS Kesehatan yang diangsur, jadi kita merasa lebih ringan gitu, Bang

Uji coba dan langkah berikutnya

BPJS sedang melakukan uji coba program NADI pada lima kantor cabang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Skema ini diharapkan meningkatkan keaktifan peserta, menurunkan beban tunggakan iuran, dan memperkuat keberlangsungan pembiayaan layanan kesehatan.

Dengan kombinasi peremajaan fasilitas dan mekanisme pembayaran yang lebih fleksibel, pemerintah dan BPJS menargetkan layanan kesehatan yang lebih merata dan keaktifan peserta JKN yang lebih tinggi ke depan.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait