Kesehatan

Kemenkes: CKG Capai 73,8 Juta, Fokus Obati 3 Penyakit

Bagikan:
Petugas Kemenkes melakukan pemeriksaan dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)

Kementerian Kesehatan menyatakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 73,8 juta warga hingga Juli 2026 di seluruh Indonesia. Capaian itu meliputi skrining di puskesmas dan komunitas serta pemeriksaan di sekolah, sementara fokus program kini bergeser dari sekadar deteksi menuju tindak lanjut pengobatan untuk tiga penyakit utama.

Cakupan dan target program

Data Kemenkes menunjukkan sekitar 62,7 juta orang menjalani skrining di puskesmas dan komunitas, sedangkan 11,1 juta anak diperiksa melalui layanan sekolah hasta Juli 2026. Target pemerintah untuk 2026 adalah menjangkau 130 juta peserta CKG, sehingga upaya penguatan layanan lanjutan menjadi prioritas.

Fokus kita sekarang bukan hanya mengecek, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan pengobatan. Prioritasnya adalah mengendalikan tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pernyataan itu saat konferensi pers di kantor Kemenkes, Jakarta, 4 Agustus 2026.

Peserta menurut kelompok usia

Kemenkes merinci cakupan peserta CKG menurut kelompok usia, yang menunjukkan jangkauan luas dari bayi hingga lansia. Rinciannya sebagai berikut:

  • 1,5 juta bayi baru lahir
  • 4,5 juta anak prasekolah
  • 14,6 juta anak usia sekolah
  • 43 juta orang dewasa
  • 9,7 juta lanjut usia

Untuk usia sekolah sudah kita lakukan CKG di sekolah. Memasuki minggu kedua Agustus pelaksanaannya akan jauh lebih besar lagi.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, dr. Maria Endang Sumiwi, menyatakan peningkatan cakupan terlihat di hampir semua kelompok usia.

Provinsi unggul dan tindak lanjut klinis

Beberapa provinsi melaporkan cakupan CKG tertinggi, antara lain Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, Banten, dan Lampung. Selain skrining, Kemenkes juga memantau tindak lanjut pasien yang membutuhkan pengobatan.

Berdasarkan data di tiga puskesmas, tata laksana pasien hipertensi sudah mencapai sekitar 43–62 persen. Angka ini menjadi indikator awal keberhasilan rujukan dan pengobatan lanjutan dari kegiatan skrining.

Masih banyak masyarakat belum mengetahui Program CKG, takut mengetahui hasil pemeriksaan, atau belum sempat datang karena kesibukan. Karena itu, kami terus memperkuat sosialisasi agar semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis.

Tantangan dan prospek

Kemenkes menekankan pengendalian tiga faktor risiko—tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi—sebagai upaya menurunkan angka kematian akibat stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Pemerintah berharap tindakan ini mendukung peningkatan usia harapan hidup, dari sekitar 74 tahun saat ini menjadi target 76 tahun pada 2029.

Ke depan, Kemenkes berencana memperluas sosialisasi dan memperkuat jalur rujukan agar lebih banyak peserta skrining memperoleh pengobatan tepat waktu. Pemantauan capaian serta evaluasi tata laksana akan terus dilakukan untuk mencapai target nasional.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait