Kesehatan

Menkes Akui CKG Belum Penuhi Ekspektasi, Fokus Perbaikan Layanan

Bagikan:
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis di konferensi pers

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) belum memenuhi ekspektasi masyarakat dan berjanji memperbaiki kualitas layanan. Pernyataan itu disampaikan pada konferensi pers laporan dan evaluasi CKG di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026. Pemerintah awalnya mengejar perluasan cakupan peserta; kini fokus beralih pada tata laksana agar layanan lebih optimal dan merata.

Evaluasi kualitas layanan

Pernyataan Menkes muncul menanggapi keluhan masyarakat tentang ketidakseragaman pelayanan CKG di puskesmas. Aduan yang masuk meliputi pemeriksaan yang dianggap kurang menyeluruh dan layanan yang belum maksimal di beberapa fasilitas.

“Memang saya juga mesti akui ya dengan segala kerendahan hati, program ini yang awal kita kejar cakupannya dulu. Sekarang kita mengejar tata laksananya dan saya butuh masukan,”

Dengan pengakuan itu, Kemenkes menempatkan perbaikan mutu layanan sebagai prioritas jangka pendek sambil tetap mempertahankan cakupan program.

Jumlah pemeriksaan dan kendala pelaksanaan

Salah satu fokus evaluasi adalah jumlah jenis pemeriksaan dalam paket CKG. Menkes Budi menyatakan paket yang semula mencapai 13–16 jenis pemeriksaan justru menyulitkan pelaksanaan di lapangan.

“Yang harus kami perbaiki ialah jumlah pemeriksaan karena terlalu banyak sehingga menyulitkan pelaksanaan di lapangan. Ekspektasi masyarakat sudah tinggi, sehingga tata laksana layanan harus kami sederhanakan agar lebih optimal dan berkualitas,”

Langkah penyederhanaan dimaksudkan untuk memastikan pemeriksaan dasar berjalan konsisten, sementara pemeriksaan lanjutan tetap tersedia bagi kasus yang membutuhkan.

Anggaran dan prioritas pemeriksaan

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan keterbatasan jumlah pemeriksaan juga terkait alokasi anggaran program. Pemerintah menempatkan dana untuk pemeriksaan dasar dan skrining awal.

“Rp2 juta diberikan oleh Bapak Presiden kepada masyarakat supaya bisa dipakai pada saat anamnesis. Pada saat tanya jawab, kalau ada penyakit yang memang harus diperiksa lebih lanjut, segera diperiksa,”

Dante menegaskan alokasi itu dimaksudkan menjaga keberlanjutan layanan tanpa membebani anggaran untuk pemeriksaan yang tidak prioritas.

Pengenalan publik dan sosialisasi

Selain tata laksana, pemerintah juga akan meningkatkan sosialisasi. Hasil survei di lima kota besar menunjukkan tingkat pengenalan masyarakat terhadap Program Cek Kesehatan Gratis masih di bawah 50 persen.

“Saya sempat diskusi sama Bu Endang, kita kalah populer sama program-program yang drama lainnya. Apa kita perlu bikin drama juga seperti itu biar populer,”

Upaya sosialisasi ditujukan agar lebih banyak warga mengetahui dan memanfaatkan layanan skrining gratis yang tersedia di puskesmas.

Implikasi dan langkah ke depan

Perbaikan yang direncanakan mencakup penyederhanaan paket pemeriksaan, peningkatan kualitas layanan di puskesmas, dan kampanye publik. Pemerintah berharap langkah ini membuat CKG lebih efektif dan merata serta meningkatkan deteksi dini penyakit di masyarakat.

Pemantauan lanjutan dan masukan dari fasilitas kesehatan akan menjadi dasar penyesuaian kebijakan agar program memenuhi harapan publik.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait