Nasional

Komisi IX Soroti Mutu Susu MBG: Gizi dan Rantai Dingin Jadi Prioritas

Bagikan:
Ilustrasi anak menerima susu dalam Program Makan Bergizi Gratis

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta agar mutu produk susu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperketat. Pernyataan itu disampaikan Jumat, 11 September 2026, menyusul rekomendasi Badan Gizi Nasional (BGN) terkait jenis dan komposisi susu yang boleh digunakan dalam program.

BGN tetapkan kriteria produk susu

BGN merekomendasikan penggunaan susu hewani dalam bentuk pasteurisasi, Ultra High Temperature (UHT), dan susu steril full cream plain. Produk itu harus bebas tambahan gula, pengawet, perasa, maupun pewarna. Selain itu, BGN menetapkan beberapa persyaratan administratif dan komposisi.

  • Kandungan susu segar minimal 80 persen
  • Produk tidak mengandung tambahan gula, pengawet, perasa, atau pewarna
  • Harus memiliki izin edar resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

Mutu gizi lebih dari sekadar kenyang

Netty menegaskan MBG tidak boleh dinilai hanya dari kemampuan makanan membuat penerima merasa kenyang. Menurutnya, kualitas dan kandungan gizi harus menjadi fokus utama agar program benar-benar bermanfaat bagi anak dan kelompok rentan lainnya.

Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh hanya dinilai dari kenyangnya penerima manfaat, tetapi juga harus memastikan kualitas dan kandungan gizinya. Karena itu, penggunaan produk yang benar-benar memberikan nilai gizi tentu harus menjadi perhatian utama

Pengawasan distribusi dan penyimpanan

Selain memilih produk sesuai standar, Netty mengingatkan pentingnya pengawasan saat penyimpanan dan distribusi. Ia menekankan perlunya penerapan cold chain untuk susu pasteurisasi agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga hingga sampai ke penerima manfaat.

Keamanan pangan harus berjalan bersama dengan pemenuhan gizi. Produk yang baik harus tetap ditangani dengan prosedur yang benar sampai diterima oleh anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya

Dukungan pada peternak lokal, tapi dengan syarat

Netty menyambut komitmen BGN untuk mendorong pemanfaatan susu hewani dalam MBG karena berpotensi meningkatkan kesejahteraan peternak lokal dan menggerakkan ekonomi komunitas. Namun, ia mengingatkan keberpihakan pada peternak lokal harus sejalan dengan pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan.

Keberpihakan kepada peternak lokal dan pemenuhan standar mutu harus berjalan beriringan. Jangan sampai salah satunya dikorbankan

Netty berharap kebijakan ini menjadi momentum memperkuat evaluasi kualitas seluruh menu MBG, mulai dari bahan pangan, kandungan gizi, keamanan, proses pengolahan, hingga distribusi. Ia menegaskan setiap rupiah anggaran MBG harus kembali sebagai manfaat gizi bagi penerima program.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait