Taqwaddin: Cendekiawan ICMI Aceh Harus Hadirkan Keteladanan
BANDA ACEH — Ketua MPW ICMI Aceh, Dr Taqwaddin, mengajak cendekiawan Muslim Aceh menggabungkan kecerdasan intelektual dengan kesantunan, keteladanan, dan kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) VIII ICMI Aceh di Hotel Azana Oasis Banda Aceh, Sabtu (12/9).
Inti pesan: ilmu harus jadi kontribusi nyata
Taqwaddin menegaskan bahwa gelar akademik dan kemampuan berbicara tidak cukup. Seorang cendekiawan perlu mengubah ilmu dan gagasan menjadi tindakan yang berdampak bagi masyarakat. Ia menekankan peran etika dan keteladanan dalam praktik kecendekiawanan.
Cendekiawan adalah orang-orang cerdas yang santun.
Sejarah Aceh dan hubungan dengan Belanda
Pembicaraan Taqwaddin juga menyentuh sejarah panjang Aceh dalam kancah regional. Ia mengingatkan bahwa Kesultanan Aceh pernah menjadi pusat perdagangan dan intelektual Islam di Asia Tenggara pada abad ke-17. UNESCO disebut sebagai pencatat penting Hikayat Aceh yang merekam kehidupan kesultanan pada masa itu.
Kerajaan Aceh lebih tua dari Kerajaan Belanda. Aceh adalah kerajaan pertama yang mengakui kemerdekaan Belanda pada 1603.
Ia menambahkan kisah seorang profesor Belanda yang pernah menyampaikan permintaan maaf kepada ICMI Aceh terkait sejarah konflik. Namun Taqwaddin juga mengingatkan bahwa hubungan itu bergeser menjadi konflik panjang, termasuk Perang Aceh melawan Belanda sejak 1873.
Lumbung padi sebagai simbol ketahanan pangan
Dari sejarah, Taqwaddin beralih ke persoalan kontemporer: ketahanan pangan. Ia menyebut lumbung padi di rumah sebagai simbol kemuliaan dan kesejahteraan keluarga Aceh pada masa lalu. Menurutnya, kemandirian pangan memengaruhi ekonomi, martabat, dan kesejahteraan daerah.
Dulu salah satu simbol kemuliaan dan kesejahteraan adalah lumbung padi di rumah.
Oleh karena itu, ketahanan pangan menjadi agenda penting ICMI Aceh. Para cendekiawan diharapkan membaca persoalan ini dan menawarkan solusi terukur.
Kepemimpinan dan masa depan ICMI Aceh
Taqwaddin menjelaskan perbedaan karakter kepemimpinan dalam organisasi cendekiawan dengan kepala daerah. ICMI tidak memiliki otoritas pemerintahan; kepemimpinan lebih bertumpu pada gagasan, keteladanan, komunikasi, dan kerja sama.
Ia mengungkapkan bahwa ICMI Aceh sempat mengalami dinamika yang membuat organisasi kehilangan napas. Atas kesepakatan lembaga internal, Taqwaddin ditunjuk sebagai Ketua MPW ICMI Aceh melalui mekanisme pergantian antarwaktu dan kini mencalonkan kembali pada Musywil VIII.
Untuk kelangsungan roda kepemimpinan organisasi, saya mencalonkan diri untuk dipilih dalam Muswil ini.
Agenda organisasi ke depan
Musywil VIII diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan perumusan agenda ICMI Aceh. Fokus yang diusulkan meliputi:
- Penguatan kemandirian ekonomi umat
- Ketahanan pangan dan ketahanan lokal
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia
- Pembangunan kesejahteraan masyarakat Aceh
Dengan demikian, ICMI diharapkan tidak hanya menjadi rumah intelektual, tetapi juga menjadi kekuatan gagasan yang mendorong perubahan nyata bagi Aceh.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas Dorong KAHMI Medan Beri Gagasan Kritis untuk Kota
Wali Kota Medan Rico Waas mendesak KAHMI Medan berperan aktif memberi gagasan kritis menjelang Musda 19-20 S...
Forkopimda Asahan Menang 2-1 atas Korpri Sergai di Laga Eksebisi
Forkopimda Asahan menundukkan Korpri Dambaan Sergai 2-1 di laga eksebisi pembukaan Piala DPRD Asahan, Jumat...
Bendung Pulo Payung Jebol, 350 Ha Sawah Kekeringan di Padanglawas
Tanggul Bendungan Pulo Payung jebol akibat banjir, membuat sekitar 350 hektar sawah di Padang Lawas mengalam...
Desa Medan Estate Gelontorkan Dana Desa Rp50 juta untuk Perayaan Maulid
Desa Medan Estate gunakan Dana Desa Rp50 juta untuk peringatan Maulid, lomba nasyid antar dusun, dan penyera...
MAA Langsa: Pemulihan Pascabanjir Harus Sentuh Akar Ekologis
MAA Kota Langsa minta pemulihan pascabanjir melibatkan masyarakat adat dan atasi masalah ekologis seperti su...
23 Pejabat Tapteng Dilantik, Bupati Tekankan Penanganan Pascabencana
Bupati Tapteng lantik 23 pejabat di Pandan, Jumat 11/9; fokus pada percepatan penanganan pascabencana, integ...