Aceh Besar Dorong Museum Indrapurwa Jadi Pusat Pendidikan Sejarah
KOTA JANTHO — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mendorong Museum Indrapurwa berkembang menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan kebudayaan setelah seminar Rekonstruksi Peradaban Sejarah Indrapurwa digelar pada Kamis, 13 Agustus, di Aula UDKP Kecamatan Peukan Bada. Inisiatif ini bertujuan menghidupkan kembali jejak peradaban Indrapurwa dan memperkenalkannya kepada generasi muda.
Seminar dan penginisiasi kegiatan
Seminar bertema Menelusuri Jejak Sejarah Indrapurwa, Menghidupkan Kembali Warisan Peradaban diinisiasi oleh Ikatan Pemuda Peukan Bada dan diselenggarakan bersama Museum Indrapurwa, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Aceh, serta pihak Kecamatan Peukan Bada. Acara ini menghadirkan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, budayawan, tokoh adat, dan masyarakat setempat.
Materi dan pemaparan utama
Sudirman dari BPK Wilayah Aceh menyampaikan paparan berjudul Jejak Peradaban Indrapurwa yang membahas temuan sejarah dan alur peradaban di wilayah tersebut. Materi menekankan pentingnya dokumentasi serta kajian ilmiah untuk merekonstruksi lokasi-lokasi bersejarah seperti Benteng Indrapurwa.
Peran Museum Indrapurwa
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Dr. Jumaidi, menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan museum yang lahir dari inisiatif masyarakat Peukan Bada. Menurutnya, museum ini dapat menjadi laboratorium sejarah dan ruang pembelajaran bagi generasi muda Aceh Besar.
Ini merupakan museum yang lahir dari inisiatif masyarakat dan berada di sebuah kecamatan yang memiliki peradaban luar biasa. Ini menjadi langkah penting untuk menggali kembali sejarah sekaligus menjadikannya sebagai ruang pendidikan dan penelitian.
Jumaidi menekankan pula pentingnya menjangkau generasi muda, termasuk generasi Z, agar tahu kondisi Peukan Bada 100 hingga 300 tahun lalu. Ia menyebut peluang menjadikan museum sebagai tempat riset dan pendidikan tidak hanya untuk Peukan Bada, tetapi juga untuk Aceh dan tingkat nasional.
Kolaborasi dan langkah ke depan
Dalam seminar, Jumaidi membuka peluang kerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan untuk memperkuat kajian dan memastikan rekonstruksi sejarah berdasarkan penelitian yang solid. Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, budayawan, dan lembaga kebudayaan.
- Unsur Muspika Kecamatan Peukan Bada
- Pengelola Museum Indrapurwa
- Ikatan Pemuda Peukan Bada
- Budayawan, tokoh masyarakat, dan tokoh adat
- Pelajar yang diundang untuk mengikuti seminar
Jumaidi menegaskan bahwa dengan pengelolaan baik dan dukungan bersama, Museum Indrapurwa berpotensi menjadi destinasi kebudayaan dan pusat edukasi sejarah dalam 10–20 tahun ke depan. Seminar ini dimaksudkan sebagai langkah awal membangun jaringan kerja dan memperkuat fondasi penelitian sejarah yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...