Krueng Barona Jaya Gelar Bimtek DTSEN untuk Operator SIKS-NG
Krueng Barona Jaya, Aceh Besar — Kecamatan Krueng Barona Jaya bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Aceh Besar menggelar bimbingan teknis DTSEN bagi operator SIKS-NG pada Kamis, 13 Agustus. Kegiatan berlangsung di Gayoland Coffee, Gampong Meunasah Papeun. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan, verifikasi, dan pemutakhiran data kesejahteraan agar bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Peserta dan materi pelatihan
Bimtek diikuti operator SIKS-NG dari seluruh gampong di Kecamatan Krueng Barona Jaya. Materi menekankan mekanisme DTSEN yang mengintegrasikan berbagai basis data sosial dan ekonomi menjadi acuan tunggal nasional. Peserta juga dilatih teknis input data, verifikasi lapangan, dan prosedur pembaruan data.
Pentingnya kualitas data
Plt Camat Krueng Barona Jaya, Abubakar SAg, menegaskan bahwa kualitas data menentukan ketepatan sasaran program bantuan. Ia berharap operator lebih paham tanggung jawabnya sehingga data yang dihasilkan akurat dan mutakhir.
"Kita berharap setelah mengikuti Bimtek ini, para operator semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga data yang dihasilkan benar-benar akurat, terbaru, dan sesuai dengan kondisi masyarakat di masing-masing gampong."
Abubakar menambahkan perlunya pemutakhiran data secara rutin dengan melibatkan aparatur gampong dan masyarakat. Hal ini penting untuk mendeteksi perubahan kondisi sosial ekonomi warga secara cepat.
"Jangan sampai ada masyarakat yang sebenarnya layak menerima bantuan tetapi belum terdata. Begitu juga yang sudah tidak memenuhi kriteria harus diperbarui datanya. Ini penting agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran,"
Koordinasi dan tindak lanjut
Abubakar, yang juga menjabat Staf Ahli Bupati Aceh Besar, mendorong penguatan koordinasi antar-operator, pemerintahan gampong, kecamatan, dan instansi terkait. Langkah ini dinilai krusial agar proses verifikasi dan validasi berjalan efisien.
Menurutnya, DTSEN harus menjadi basis data yang dapat dipercaya dan menjadi dasar pengambilan kebijakan. Dengan data yang valid, program bantuan sosial akan lebih tepat sasaran dan dapat menjangkau warga yang memang membutuhkan.
Pelaksanaan bimtek ini diharapkan menjadi awal peningkatan kapasitas operator dan terobosan dalam memperbaiki akurasi data kesejahteraan di tingkat gampong. Ke depan, pembaruan data rutin dan pengawasan bersama di lapangan menjadi langkah berikutnya agar sistem berjalan berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...