Musda V Al Washliyah Labura Ditunda Mendadak, Panitia Kecewa
Musyawarah Daerah (Musda) V Al Jam'iyatul Washliyah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 14 Juni 2026, mendadak ditunda. Penundaan mengacu pada surat Pengurus Wilayah Sumatera Utara Nomor: INT.224/PW-AW/XIV/VI/2026 tanggal 13 Juni 2026 dan diterima panitia beberapa jam sebelum acara.
Surat penundaan dan reaksi panitia
Surat penundaan diterima panitia Sabtu malam, menimbulkan protes dari panitia dan peserta yang sudah hadir di lokasi. Panitia menyatakan seluruh persiapan telah rampung sehingga keputusan mendadak itu dianggap tidak masuk akal.
Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Sahnan Nasution, menegaskan semua persiapan telah selesai sejak jauh hari, termasuk registrasi peserta, lokasi, konsumsi, dan penginapan tamu undangan.
“Seluruh persiapan sudah selesai. Informasi penundaan baru kami terima pada Sabtu malam,”
Sekretaris Panitia, Zulfi Mahzar Pohan, M.Pd., mengatakan keputusan terakhir itu menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan panitia dan peserta.
Dampak penundaan dan pertanyaan peserta
Peserta dan pimpinan cabang Al Washliyah se-Labura mempertanyakan alasan penundaan yang disebut karena belum terbangunnya komunikasi dengan pimpinan cabang. Mereka menilai alasan ini kontradiktif karena jadwal Musda telah ditetapkan lewat rapat resmi organisasi sebelumnya.
Seorang peserta, Muhammad Rizki, menyoroti kerugian waktu dan materi serta potensi turunnya kepercayaan kader terhadap tata kelola organisasi.
“Keputusan yang diambil di saat terakhir tidak hanya menimbulkan kerugian waktu dan materi, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan kader terhadap tata kelola organisasi,”
Permintaan klarifikasi dan langkah selanjutnya
Panitia dan peserta kini menunggu penjelasan resmi terkait dasar penundaan serta kepastian jadwal pelaksanaan Musda berikutnya. Mereka berharap Pengurus Wilayah maupun Pelaksana Harian Pengurus Daerah Al Washliyah Labura segera memberi klarifikasi terbuka untuk mencegah spekulasi di kalangan kader dan masyarakat.
Sampai klarifikasi diberikan, proses organisasi dan rencana logistik tetap ditunda. Para pihak menekankan pentingnya mekanisme komunikasi yang lebih profesional untuk keputusan strategis yang berdampak luas pada organisasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ribuan Ramaikan Tapanuli Utara Fun Run 2026, Bupati Ikut 7K
Ribuan peserta memeriahkan Tapanuli Utara Fun Run 2026 di Tarutung; Bupati Jonius ikut kategori 7K untuk men...
Telkomsel Luncurkan TEY Season 2, 51 Sekolah di Sumut-Aceh Berpeluang Dapat Beasiswa
Telkomsel gelar TEY Season 2 (25 Sep 2026–31 Mei 2027) dengan 51 sekolah di Sumut-Aceh; tiap sekolah pilih 1...
Perbaikan Jalan di Pakpak Bharat Diapresiasi, Warga Minta Rambu Pengaman
Warga Pakpak Bharat apresiasi pelebaran jalan menuju Subulussalam, namun minta rambu pengaman di tepi jurang...
Wanita Tuna Wicara Bernama Menik Dilaporkan Hilang di Batubara
Menik, wanita tuna wicara berusia 63 tahun, dilaporkan hilang dari rumah di Padang Genting, Batubara sejak 1...
Putra Putri Bonapasogit 2026: Pemenang dan Harapan Bupati Taput
Putra Putri Bonapasogit 2026 di Tarutung menghasilkan enam pemenang; pemerintah berharap mereka menjadi duta...
Samosir Dapat Irigasi 15 km dan 20 Jembatan lewat Sinergi TNI
Samosir mulai bangun irigasi perpipaan 15 km dan rehabilitasi 20 jembatan lewat sinergi Pemkab, TNI, dan Kem...