Musda Al Washliyah Labura 14 Juni 2026, Zulfi Mahzar Pohan Mencuat
Aek Kanopan — Musyawarah Daerah (Musda) Pengurus Daerah Al Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Labuhanbatu Utara dijadwalkan berlangsung pada 14 Juni 2026. Menjelang acara itu, nama Zulfi Mahzar Pohan muncul sebagai bakal calon ketua. Pilihan ini mendapat dukungan tokoh agama dan kader yang melihat kebutuhan regenerasi kepemimpinan. Kandidat mengusung program untuk memperkuat pendidikan, pemberdayaan pemuda, Muslimat, dan pengembangan ekonomi umat.
Jadwal Musda dan tujuan utama
Musda PD Al Jam’iyatul Washliyah Labuhanbatu Utara akan menjadi momen penentuan kepengurusan periode 2026–2031. Kegiatan dirancang untuk merumuskan arah organisasi lima tahun ke depan. Tujuan utamanya adalah memperkuat peran Washliyah di masyarakat dan memastikan kesinambungan program keagamaan dan sosial.
Profil singkat Zulfi Mahzar Pohan
Zulfi Mahzar Pohan adalah kader Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) yang memiliki rekam jejak organisasi panjang. Ia pernah menjabat Ketua Majelis Pendidikan Al Washliyah Labura (2019–2025), Ketua PD Isarah Labura, dan Wakil Ketua GPA Kota Medan. Pengalaman tersebut menjadi modal utama dalam pencalonannya.
Dukungan tokoh agama
Dukungan penting datang dari Ustadz H. Syafru El Fauzi, Lc, MA, putra tokoh Al Washliyah almarhum H. Nasyruddin Adnan Daulay. Syafru menilai kehadiran kader muda seperti Zulfi membawa semangat baru bagi organisasi.
“Sebagai kader muda, Zulfi membawa visi Kolaborasi dan Inovasi untuk Washliyah yang berkemajuan dengan fokus pada penguatan pendidikan, pemberdayaan pemuda dan Muslimat juga pengembangan ekonomi umat melalui koperasi dan UMKM,”
Syafru menambahkan bahwa Zulfi dianggap visioner dan adaptif, namun tetap menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Visi, program, dan arah perjuangan
Zulfi mengusung visi “Kolaborasi dan Inovasi untuk Washliyah yang Berkemajuan”. Ia menekankan penguatan pendidikan, pemberdayaan pemuda, peran Muslimat, serta dorongan untuk mengembangkan ekonomi umat melalui koperasi dan UMKM. Dukungan kader, ulama, dan masyarakat dipandangnya sebagai amanah besar.
“Al Jam’iyatul Washliyah bukan sekadar organisasi, melainkan rumah besar perjuangan untuk mencerdaskan umat, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menghadirkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat,”
Zulfi menegaskan komitmen untuk menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai pondasi perjuangan organisasi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi, pengabdian, dan inovasi dalam praktik organisasi.
Implikasi dan prospek ke depan
Musda pada 14 Juni akan menentukan arah kepengurusan lima tahun ke depan. Keterlibatan kader muda seperti Zulfi bisa mempercepat adaptasi organisasi terhadap tantangan zaman. Jika terpilih, implementasi program pendidikan dan pemberdayaan ekonomi menjadi tolok ukur keberhasilan kepemimpinan baru.
Musda ini menjadi momen penting bagi Al Jam’iyatul Washliyah Labura untuk menegaskan peran sosial-keagamaan dan memperkuat kontribusi terhadap pembangunan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polres Langsa Bongkar Ladang Ganja, 83 Tanaman Diamankan
Satresnarkoba Polres Langsa menangkap satu tersangka dan mengamankan 83 batang ganja di ladang sawit Gampong...
IAIN Langsa Kembangkan Pusat BIPA, Tarik 657 Calon Mahasiswa Internasional
IAIN Langsa lakukan studi banding ke UMSU untuk membangun Pusat BIPA sebagai dukungan bagi 657 calon mahasis...
Aceh Besar Gelar Lomba Beut Kitab Bak Sikula untuk SD dan SMP
Aceh Besar menggelar Lomba Beut Kitab Bak Sikula untuk SD dan SMP sebagai evaluasi satu tahun program priori...
MTQ Lhoksukon 2026 Dibuka, 102 Peserta Ikuti Perlombaan
Pembukaan MTQ Kecamatan Lhoksukon 2026 digelar 24 Juli di Masjid Al-Ihsan dengan 102 peserta; acara berlangs...
PWI Langsa Gelar Pelatihan Kewartawanan di Bukit Lawang
PWI Kota Langsa menggelar pelatihan kewartawanan di Bukit Lawang (24-26 Juli 2026) untuk memperkuat kompeten...
Gerindra Minta Anggaran DPKP 2025 Ditingkatkan untuk Ketahanan Pangan
Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh minta peningkatan anggaran DPKP 2025 untuk ketahanan pangan dan dorong imple...