Produk Indonesia Teken MoU USD197.305 untuk Pasar Timur Tengah
PT Visi Indonesia Parama menandatangani memorandum of understanding (MoU) senilai USD197.305 dengan Bassam Salem Abdullah Fotis Company di Bandung, Jawa Barat, pada Senin, 10 Agustus 2026. Kesepakatan ini menargetkan penetrasi produk cokelat bubuk dan kepingan arang karbon aktif ke pasar Timur Tengah setelah difasilitasi business matching.
Rincian kesepakatan dan produk
MoU mengatur kerja sama perdagangan untuk dua produk utama: cokelat bubuk dan kepingan arang karbon aktif. Nilai transaksi awal tercatat sebesar USD197.305, sebagai langkah awal membuka akses pasar baru di kawasan Timur Tengah dan Afrika.
Peran ITPC Jeddah dan proses fasilitasi
Kesepakatan ini merupakan hasil fasilitasi business matching yang dilakukan oleh ITPC Jeddah. Kegiatan fasilitasi dilaksanakan pada Desember 2025 dan Maret 2026, yang kemudian diikuti kunjungan buyer ke fasilitas produksi di Indonesia sebelum penandatanganan MoU.
ITPC mendorong agar setiap kegiatan business matching menghasilkan tindak lanjut yang konkret. Kunjungan buyer ke fasilitas produksi menjadi langkah membangun kepercayaan, menyesuaikan kualitas produk sesuai permintaan buyer, sekaligus mempercepat transaksi,
Kata Kepala ITPC Jeddah, Bagas Haryotejo, menegaskan pentingnya verifikasi produksi melalui kunjungan langsung untuk mempercepat proses transaksi.
Respons pihak terkait
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menilai MoU ini sebagai bukti daya saing produk Indonesia di pasar internasional dan peluang memperluas ekspor unggulan ke kawasan Timur Tengah.
Kerja sama PT Visi Indonesia Parama dan Bassam Salem Abdullah Fotis Company menunjukkan kemampuan produksi Indonesia bersaing internasional. Kami berharap kesepakatan bisnis yang ditandatangani hari ini menjadi awal baik bagi komoditas unggulan Indonesia di Timur Tengah,
Pihak buyer, Bassam Salem Abdullah Fotis, menyatakan apresiasi atas fasilitasi kunjungan dan menilai produk Indonesia berkualitas baik dan kompetitif. Ia berharap kerja sama berlanjut dan memperluas varian produk.
Produk Indonesia memiliki kualitas yang bagus dengan harga yang kompetitif. Kami berharap kerja sama jangka panjang terus dibangun serta memperluas varian produk lain menuju pasar Timur Tengah dan Afrika,
Dari sisi produsen, Lukman Nurjaman dari PT Visi Indonesia Parama mengatakan kunjungan buyer memberi kesempatan menunjukkan proses produksi dan standar kualitas perusahaan.
Melalui kunjungan ini, buyer dapat melihat langsung proses produksi hingga standar kualitas untuk memenuhi spesifikasi yang diinginkan. Kami berharap, kerja sama dapat berjalan dengan baik dan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang,
Data perdagangan Indonesia—Arab Saudi
Perdagangan nonmigas antara Indonesia dan Arab Saudi menunjukkan potensi pasar yang besar. Data perdagangan terpilah sebagai berikut:
| Periode | Total Nonmigas (USD) | Ekspor Indonesia (USD) | Impor dari Arab Saudi (USD) |
|---|---|---|---|
| Jan–Jun 2026 | 1,680,000,000 | 1,020,000,000 | 665,100,000 |
| 2025 (tahun penuh) | 3,940,000,000 | Surplus nonmigas Indonesia terhadap Arab Saudi: 1,820,000,000 | |
Prospek dan implikasi
MoU ini dipandang sebagai langkah awal yang penting untuk meningkatkan akses produk makanan dan bahan baku industri ke pasar Timur Tengah. Dengan kunjungan buyer dan verifikasi fasilitas produksi, pihak eksportir berharap dapat mempercepat transaksi dan menjalin kemitraan jangka panjang.
Ke depan, targetnya adalah memperluas varian produk dan meningkatkan volume ekspor melalui tindak lanjut komersial yang konkret antara kedua perusahaan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pelumas Kendaraan Listrik: Komponen yang Masih Butuh Oli
Pertamina Lubricants: kendaraan listrik dan hybrid tetap memerlukan pelumas untuk gear dan komponen mekanis...
Penertiban Tambang Ilegal Dongkrak Laba PT Timah 9 Kali Lipat
Penertiban tambang ilegal di Bangka Belitung mendorong PT Timah naikkan produksi, penjualan, dan raih laba b...
UMKM Bukan Sektor Pinggiran, Sistem Keuangan Harus 'UMKM-able'
Wakil Ketua Komisi XI DPR: UMKM bukan sektor pinggiran, perlu sistem keuangan yang "UMKM-able" dan perbaikan...
IHSG Naik 62 Poin di Jeda Siang, Sentimen Global Masih Waspada
IHSG menguat 62 poin pada jeda siang 12 Agustus 2026 ke 6.330,36; sentimen global dan data domestik memengar...
Perkembangan Timteng Tekan Nilai Tukar Rupiah, Dibuka Turun 12 Poin
Rupiah dibuka melemah 12 poin pada 12 Agustus 2028, dipengaruhi perkembangan geopolitik Timur Tengah dan pen...
Harga Emas Pegadaian 12 Agustus 2026: Update Harga Galeri24 & UBS
Harga emas batangan Pegadaian tercatat menyesuaikan pada 12 Agustus 2026; Galeri24 1 gram Rp2.675.000 dan UB...