Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa Permudah Klaim Santunan Jiwa
Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa melalui program SalingJaga Keluarga menghadirkan proses klaim santunan jiwa yang dapat diajukan daring, transparan, dan cepat. Inovasi ini dimaksudkan untuk meringankan beban keluarga saat berduka, seperti yang dialami keluarga almarhumah dr. Nesyana.
Proses klaim ringkas dan bisa dilakukan online
Program ini memungkinkan ahli waris mengajukan klaim tanpa harus datang ke kantor. Dokumen dan verifikasi berjalan secara digital sehingga proses menjadi lebih singkat. Pelayanan yang ramping bertujuan mengurangi tekanan administrasi pada keluarga yang kehilangan.
Kisah keluarga: pengalaman Asri
Kemudahan klaim nyata dirasakan oleh Asri Abidin, suami almarhumah dr. Nesyana. Almarhumah tercatat sebagai anggota aktif selama dua tahun dan meninggal setelah berjuang melawan kanker selama enam bulan terakhir.
Setelah sang istri wafat, proses penyaluran santunan berjalan cepat. Menurut Asri, prosedur yang dilalui memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Jujur, kami bersyukur prosesnya betul-betul manusiawi dan transparan. Dapat dilakukan full online," kata Asri, Rabu, 12 Agustus 2026.
Asri juga membandingkan pengalaman ini dengan klaim sebelumnya yang memakan waktu lama dan menguras biaya. Ia menyatakan bahwa akses klaim yang mudah memberi kepastian finansial, khususnya untuk masa depan anak-anak yang ditinggalkan.
"Saya pernah mengurus klaim yang makan waktu berbulan-bulan sampai menguras tabungan," ujar Asri.
Dampak dan prospek layanan
Langkah digitalisasi klaim seperti yang diterapkan SalingJaga Keluarga berpotensi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi syariah. Kemudahan akses dan transparansi dapat membantu mempercepat pembayaran santunan dan mengurangi beban administratif keluarga ahli waris.
Ke depan, implementasi sistem klaim daring perlu didukung oleh edukasi kepada anggota dan kesiapan verifikasi digital. Hal ini penting agar proses berjalan lancar tanpa mengorbankan akurasi data dan kepatuhan syariah.
Pengalaman keluarga almarhumah dr. Nesyana menjadi contoh penerapan klaim yang lebih manusiawi dan responsif di saat keluarga membutuhkan kepastian cepat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
UMKM Medan Ubah Tenun Batak-Melayu Jadi Produk Fesyen
Perajin Reihani mengubah tenun Batak dan Melayu jadi busana dan aksesori, mempekerjakan 12 perajin; harga pr...
760 Ribu WNA Gunakan Layanan KAI Group hingga Agustus 2026
Sebanyak 760.601 WNA menggunakan layanan KAI Group hingga Agustus 2026, termasuk 498.232 penumpang KA dan 26...
Wardah Buka Skin Longevity Clinic Pertama ParagonCorp di Asia Tenggara
Wardah meluncurkan Skin Longevity Clinic pertama ParagonCorp di Asia Tenggara (29 Sep–6 Okt 2026), menggabun...
Harga Emas Pegadaian: Galeri24 & UBS Turun Rp5.000
Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun Rp5.000 per gram pada 3 Oktober 2026; cek daftar harga lengkap per ukura...
Ekspor Indonesia Agustus 2026 Tumbuh 6,72% menjadi USD26,61 Miliar
Ekspor Indonesia Agustus 2026 mencapai USD26,61 miliar, tumbuh 6,72% didorong manufaktur dan ekspor nonmigas...
Produk Indonesia Dilirik Buyer Spanyol, Potensi Transaksi USD2,31 Juta
Atase Perdagangan RI di Madrid catat potensi transaksi USD2,31 juta dari business matching; buyer Spanyol mi...