IHSG Menguat 1,69% ke 6.373,85 pada 12 Agustus 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada sesi perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026. IHSG naik 105,97 poin atau 1,69 persen ke posisi 6.373,85 setelah dibuka di level 6.277,76, didorong kombinasi sentimen eksternal dan domestik serta kenaikan harga minyak.
Ringkasan pasar
Pergerakan pasar didominasi kenaikan saham dengan 452 saham naik, 175 saham turun, dan 168 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp17,24 triliun, volume perdagangan sebesar 34,22 miliar lembar, dan frekuensi lebih dari 2 juta kali transaksi.
| Metrix | Nilai |
|---|---|
| IHSG (penutupan) | 6.373,85 (naik 1,69%) |
| Nilai transaksi | Rp17,24 triliun |
| Volume saham | 34,22 miliar lembar |
| Frekuensi | >2 juta kali transaksi |
| Market breadth | 452 naik / 175 turun / 168 stagnan |
Sentimen eksternal: Selat Hormuz dan harga minyak
Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran soal pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi perhatian utama. Kabar mengenai hampir tercapainya kesepakatan di antara pihak terkait mengubah sentimen regional.
"Pasar mencermati perkembangan kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz,"
Namun, ketidakpastian tetap ada karena Iran menegaskan jalur tetap ditutup sampai tuntutan mereka dipenuhi. Penutupan itu mendorong harga minyak mentah AS melesat di atas USD83 per barel, yang menimbulkan kekhawatiran tekanan inflasi global.
Sentimen makro AS dan kebijakan The Fed
Pelaku pasar juga berhati-hati menjelang rilis tingkat inflasi AS terbaru. Data inflasi berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed pada pertemuan September 2026. Selain itu, pernyataan Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, yang menegaskan bahwa risiko inflasi masih tinggi, menambah tanda tanya di kalangan investor.
Faktor domestik: Kepemimpinan BI dan rebalancing MSCI
Dari sisi domestik, perhatian pasar tertuju pada uji kelayakan calon tunggal Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, oleh Komisi XI DPR. Kandidasi ini dipandang pasar sebagai upaya menjaga stabilitas moneter dan perekonomian, yang turut mendorong apresiasi rupiah pada hari pencalonan diumumkan.
Selain itu, rencana rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Agustus 2026 tetap menjadi fokus investor. Pelaku pasar berharap reformasi dan peningkatan transparansi pasar modal Indonesia dapat mendorong pencabutan pembekuan saham dalam penilaian MSCI.
Prospek
Kombinasi sentimen eksternal—terutama perkembangan geopolitik dan harga minyak—serta dinamika kebijakan domestik akan menentukan arah IHSG dalam beberapa sesi ke depan. Investor diperkirakan tetap selektif sambil menunggu kejelasan perundingan internasional dan data inflasi AS.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
UMKM Medan Ubah Tenun Batak-Melayu Jadi Produk Fesyen
Perajin Reihani mengubah tenun Batak dan Melayu jadi busana dan aksesori, mempekerjakan 12 perajin; harga pr...
760 Ribu WNA Gunakan Layanan KAI Group hingga Agustus 2026
Sebanyak 760.601 WNA menggunakan layanan KAI Group hingga Agustus 2026, termasuk 498.232 penumpang KA dan 26...
Wardah Buka Skin Longevity Clinic Pertama ParagonCorp di Asia Tenggara
Wardah meluncurkan Skin Longevity Clinic pertama ParagonCorp di Asia Tenggara (29 Sep–6 Okt 2026), menggabun...
Harga Emas Pegadaian: Galeri24 & UBS Turun Rp5.000
Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun Rp5.000 per gram pada 3 Oktober 2026; cek daftar harga lengkap per ukura...
Ekspor Indonesia Agustus 2026 Tumbuh 6,72% menjadi USD26,61 Miliar
Ekspor Indonesia Agustus 2026 mencapai USD26,61 miliar, tumbuh 6,72% didorong manufaktur dan ekspor nonmigas...
Produk Indonesia Dilirik Buyer Spanyol, Potensi Transaksi USD2,31 Juta
Atase Perdagangan RI di Madrid catat potensi transaksi USD2,31 juta dari business matching; buyer Spanyol mi...