Sumut dan RS Mata Cicendo Teken MoU Jejaring Pengampuan Mata
MEDAN — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung pada Rabu (3/6) di Kantor Gubernur Sumut. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan kesehatan mata melalui jejaring pengampuan, pelatihan tenaga kesehatan, dan pendampingan operasi di rumah sakit di Sumatera Utara.
Penandatanganan dan tujuan kerja sama
Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro. Pemprov Sumut menyatakan sudah memperluas akses layanan kesehatan, dan kini fokus pada peningkatan mutu layanan.
"Hari ini setelah masyarakat mendapat layanan kesehatan, kami coba meningkatkan kualitas layanannya," ujar Bobby Nasution.
Bobby menambahkan peningkatan mutu dilakukan melalui pembenahan fasilitas dan penguatan kapasitas rumah sakit, Puskesmas, serta RSUD. Nota kesepahaman ini menjadi bagian pengoptimalan layanan rumah sakit mata yang dimiliki provinsi.
Rangka program jejaring pengampuan mata
Rumah Sakit Mata Cicendo dikenal sebagai Pusat Mata Nasional dan menjadi rujukan layanan mata di Indonesia. Direktur Utama RS Mata Cicendo, Antonia Kartika, memaparkan fokus program ialah peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dokter dan perawat mata di Sumut.
"Kita memulai tahap satu dengan peningkatan dari basic science melalui zoom meeting. Besok kami menggelar workshop untuk dokter mata dari sekitar 49 rumah sakit di Sumatera Utara dan perawat mata, lalu sehari setelahnya melakukan pendampingan operasi katarak," kata Kartika.
Program ini dijalankan bertahap: pelatihan teori, workshop praktis, dan pendampingan operasi. Pendekatan berjenjang dimaksudkan agar transfer keterampilan berjalan berkelanjutan.
Target penurunan kebutaan dan pendekatan klinis
Selain peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, program pengampuan diarahkan menekan angka kebutaan yang masih tinggi di Indonesia. Kartika menyebut prevalensi kebutaan nasional sekitar 3%.
Penanganan difokuskan pada penyakit penyebab utama kebutaan, antara lain:
- Katarak
- Diabetik retinopati
- Glaukoma
Dengan pelatihan dan pendampingan operasi, diharapkan diagnosis dan terapi penyakit mata di rumah sakit daerah menjadi lebih cepat dan tepat.
Dampak dan tindak lanjut
MoU ini membuka akses tenaga ahli dan materi pelatihan dari pusat ke rumah sakit provinsi. Ke depan, Pemprov Sumut dan RS Mata Cicendo berencana memonitor hasil pelatihan dan efektivitas pendampingan operasi untuk melihat penurunan angka kebutaan.
Implementasi yang konsisten dinilai krusial agar program memberi manfaat nyata bagi pasien mata di seluruh Sumatera Utara.
Berita Terkait
Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Indeks Capai 82,73 (A-)
Indeks Reformasi Birokrasi Aceh naik menjadi 82,73 (A-) menurut evaluasi Kementerian PANRB; rekomendasi foku...
Pencurian di Pasar Horas, Aksi Protes Solar, dan Kelangkaan Pupuk di Sumut
Tiga peristiwa di Sumut: pencurian toko emas di Pasar Horas, aksi protes dugaan penyelewengan solar di Medan...
Polres Labuhanbatu Sita 1,35 Kg Sabu dan 4,5 Kg Ganja
Polres Labuhanbatu amankan 1.354,48 gram sabu, 4.504 gram ganja, dan 91 tersangka selama Operasi Antik Toba...
Hakim Bebaskan Empat Terdakwa Kasus Pengalihan Aset PTPN II
Pengadilan Negeri Medan membebaskan empat terdakwa kasus pengalihan aset PTPN II; majelis menyatakan tidak c...
LLDikti Wilayah I Raih Rekor MURI lewat Seminar 10 Pohon Ilmu
LLDikti Wilayah I meraih Rekor MURI lewat Seminar Nasional 10 Pohon Ilmu (3/6) dengan sekitar 58.000 peserta...
Kejagung Tersangkakan 3 Eks Pimpinan BGN dalam Kasus Korupsi MBG
Kejaksaan Agung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN tersangka korupsi program MBG 2025-2026 terkait yayasan...