Novita Hardini: Mitigasi Mendesak untuk Jaga Daya Saing Manufaktur
JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendesak pemerintah segera menyiapkan langkah mitigasi konkret untuk menjaga daya saing sektor manufaktur. Desakan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VII dengan Menteri Perindustrian di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Novita menyoroti tekanan akibat kenaikan biaya energi dan logistik serta masalah akses BBM bersubsidi yang membuat dunia usaha menghadapi ketidakpastian.
Tekanan biaya dan dampaknya
Novita menyatakan kenaikan biaya produksi dan gangguan distribusi logistik menekan margin pelaku usaha. Dampak terasa kuat pada industri kecil dan menengah yang bergantung pada pasokan energi dan kelancaran transportasi.
"Pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap dampak berantai yang saat ini dirasakan industri manufaktur. Kenaikan biaya energi dan logistik secara langsung menekan biaya produksi, sementara pelaku usaha tidak selalu bisa menaikkan harga produknya. Akibatnya margin usaha terus tergerus," tegas Novita.
Permasalahan akses BBM bersubsidi
Novita juga mengangkat isu pemblokiran barcode BBM bersubsidi yang dilaporkan menyulitkan pelaku usaha logistik, transportasi, dan industri kecil mengakses bahan bakar. Ia memperingatkan persoalan ini bukan sekadar administrasi, karena berdampak langsung pada keberlangsungan usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Di lapangan banyak pelaku usaha yang tiba-tiba kehilangan akses terhadap BBM bersubsidi karena barcode mereka diblokir. Ini bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi menyangkut keberlangsungan usaha dan aktivitas ekonomi rakyat," ujarnya.
Instrumen mitigasi yang diminta
Dalam rapat, Novita meminta pemerintah menghadirkan instrumen mitigasi yang terukur. Langkah yang diusulkan mencakup kebijakan fiskal, dukungan energi, dan perbaikan sistem logistik.
- Pemberian insentif fiskal untuk industri yang terdampak
- Relaksasi perpajakan bagi pelaku usaha kecil dan menengah
- Subsidi energi atau mekanisme khusus untuk sektor industri
- Peningkatan dukungan terhadap sistem logistik di kawasan industri
Koordinasi lintas kementerian dan implikasi ekspor
Novita menekankan pentingnya koordinasi antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan PT Pertamina. Ia khawatir lemahnya sinkronisasi kebijakan dapat menimbulkan tumpang tindih dan merugikan industri.
Menurut Novita, jika gangguan distribusi dan kenaikan biaya logistik dibiarkan, Indonesia berisiko kehilangan kepercayaan pasar internasional, kontrak ekspor, dan investasi. Dampaknya pada akhirnya dapat mengancam lapangan kerja nasional.
Komisi VII mendorong pemerintah menyusun langkah strategis lintas kementerian untuk menstabilkan biaya logistik, memastikan akses energi bagi industri, dan memperkuat daya saing manufaktur nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Catatan: Pernyataan dan tuntutan disampaikan Novita Hardini dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI pada 8 Juni 2026.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...