Peringatan 30 Tahun Kudatuli: DPC PDI-P Sidoarjo Gelar Teatrikal Kolosal
Sidoarjo — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo akan menggelar aksi teatrikal kolosal pada Minggu, 26 Juli 2026, untuk memperingati 30 tahun peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli. Acara berlangsung di pelataran kantor DPC PDI-P Sidoarjo, Jalan Jati Selatan IV Nomor 11, dan rencananya melibatkan ratusan peserta dari kader partai, pegiat seni, serta komunitas perfilman lokal.
Rekonstruksi suasana 1990-an
Penyelenggara menyiapkan panggung yang merekonstruksi suasana pengambilalihan paksa Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta Pusat pada 27 Juli 1996. Area kantor DPC disulap menjadi mirip kantor DPP PDI lengkap dengan papan nama dan logo banteng segilima.
Dekorasi interior dilengkapi perangkat elektronik era 1990-an seperti televisi tabung dan tape compo untuk menambah nuansa sejarah. Langkah ini dimaksudkan agar penonton merasakan atmosfer masa lalu saat menyaksikan adegan-adegan rekonstruksi.
Rangkaian kegiatan peringatan
Teatrikal merupakan puncak dari rangkaian kegiatan peringatan tiga dekade Kudatuli di Sidoarjo. Panitia juga menyiapkan beberapa kegiatan non-pertunjukan sebagai bagian pendidikan publik.
- Pendidikan politik sejarah demokrasi
- Malam renungan dan doa bersama
- Sesi kesaksian dari pelaku sejarah dan tokoh lokal
Tujuan: pendidikan politik generasi muda
“Teatrikal tidak sekadar peringatan peristiwa. Ini juga untuk memberikan pendidikan politik kepada generasi muda, bahwa sejarah kelam dan proses berdemokrasi tidak boleh ada intervensi dari siapa pun, bahkan oleh negara, apalagi dilakukan dengan cara-cara kekerasan,”
Kalimat tersebut disampaikan Ketua DPC PDI-P Sidoarjo, Hari Yulianto, saat menjelaskan tujuan pertunjukan. Menurutnya, kegiatan ini penting agar generasi muda memahami bahaya intervensi dan kekerasan dalam proses berpolitik.
Kesaksian pelaku sejarah dan konteks politik
Sekretaris DPC PDI-P Sidoarjo, Raymond Tara, mengatakan pertunjukan juga memuat sesi kesaksian dari tokoh lokal yang aktif sejak Kongres Luar Biasa (KLB) PDI di Surabaya pada 1993. Mereka akan membagikan pengalaman tentang dinamika internal partai yang memicu konflik pada 1996.
“Kudatuli bukan peristiwa yang tiba-tiba ada. Bermula sejak bergabungnya Megawati Soekarnoputri ke PDI hingga terpilih sebagai ketua umum,”
Menurut Raymond, perubahan internal tersebut membuat rezim saat itu merasa terancam dan melakukan intervensi, yang berujung pada kongres tandingan dan pengambilalihan paksa kantor partai.
Catatan atas dampak Kudatuli
Data Komnas HAM mencatat peristiwa Kudatuli sebagai salah satu babak kelam demokrasi Indonesia: 5 orang tewas, 149 orang luka-luka, 23 orang hilang, dan kerugian material mencapai miliaran rupiah. Angka-angka ini kerap menjadi rujukan saat membahas pelajaran demokrasi dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia.
Peringatan di Sidoarjo diharapkan tidak hanya mengenang peristiwa, tetapi juga memperkuat disiplin demokrasi dan mencegah terulangnya intervensi politik yang merusak proses berbangsa dan bernegara.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
RedTalks 2026: Anak Muda Desak Politik Berbasis Ideologi di Malang
Di RedTalks 2026 Malang, pemuda mendesak partai fokus pada ideologi dan aksi lapangan, bukan hanya pencitraa...
Ribuan Warga Sukorejo Gelar Kirab Budaya dan Haul Eyang Singonoyo
Ribuan warga Sukorejo menggelar Kirab Budaya dan Haul Eyang Singonoyo pada 25 Juli 2026, menampilkan tumpeng...
Musran Serentak PDI Nganjuk Tetapkan Kuota 40% Perempuan & Pemuda
DPC PDI Perjuangan Nganjuk gelar Musran serentak 25–26 Juli 2026; kepengurusan ranting wajib 40% perempuan d...
Suko Widodo: PDI Perjuangan Harus Jadi Kompas Generasi Muda
Suko Widodo minta PDI Perjuangan bentuk sekolah politik yang ajarkan working ideology agar nasionalisme jadi...
Suko Widodo: PDI Perjuangan Jadi Kompas bagi Generasi Muda
Suko Widodo minta PDI Perjuangan jadi kompas generasi muda lewat sekolah politik yang mengajarkan working id...
Bantuan Alat Produktif untuk KTH di Blitar Dongkrak Nilai Tambah
Dua KTH di Blitar menerima Alat Ekonomi Produktif untuk meningkatkan nilai tambah pertanian dan kesejahteraa...