Dari Limbah Batok Kelapa, UMKM Nagan Raya Dorong Kreativitas Anak Muda
Safrijal, pemilik usaha Izul Izan di Kabupaten Nagan Raya, mengubah limbah batok kelapa menjadi kerajinan bernilai ekonomi yang membuka lapangan kerja dan menginspirasi generasi muda. Usaha ini berkembang lewat kreativitas, pelatihan, dan pendampingan sehingga limbah tidak lagi dianggap sampah.
Dari limbah jadi produk bernilai
Usaha kerajinan batok kelapa yang dikembangkan Safrijal menunjukkan bahwa barang yang selama ini diabaikan bisa menjadi sumber penghasilan. Ia mengajak masyarakat melihat sampah sebagai peluang usaha yang dapat diolah.
Safrijal menuturkan bahwa modal besar bukanlah prasyarat utama untuk memulai. Keberanian mencoba, kemauan belajar, dan kemampuan melihat peluang menurutnya jauh lebih penting.
"Saya berharap bukan hanya batok kelapa yang bisa dimanfaatkan. Semua limbah yang masih memiliki nilai bisa diolah menjadi sesuatu yang menghasilkan,"
Dalam pengembangan usahanya, Safrijal juga membina beberapa pekerja. Mereka dilatih langsung untuk menghasilkan produk kerajinan berkualitas sehingga menghasilkan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan keterampilan lokal.
Dukungan pemerintah daerah
Kepala Bidang UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Nagan Raya, Ridiani Fitri, S.Sos., menyatakan pemerintah terus mendorong tumbuhnya pelaku UMKM kreatif melalui program pembinaan.
"Kita melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan. Tugas pemerintah adalah memberikan pendampingan agar produk masyarakat semakin berkembang dan memiliki daya saing,"
Pendampingan pemerintah meliputi beberapa bentuk bantuan, antara lain:
- Pelatihan teknik produksi dan desain;
- Peningkatan kapasitas pelaku usaha;
- Bantuan peralatan produksi;
- Dukungan pemasaran melalui pameran dan jejaring promosi.
Dampak sosial dan lingkungan
Produk kerajinan batok kelapa dari Izul Izan tidak hanya menambah pendapatan pelaku usaha, tetapi juga mengurangi limbah organik yang selama ini kurang dimanfaatkan. Usaha tersebut menciptakan lapangan kerja bagi warga setempat dan memberi alternatif pengelolaan sampah yang lebih produktif.
Kerajinan ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai tambah ekonomi dapat dihasilkan melalui kreativitas dan pengelolaan sumber daya lokal.
Pesan untuk generasi muda
Safrijal berharap semakin banyak anak muda yang tertarik menjadi pelaku usaha kreatif dan memanfaatkan potensi lingkungan masing-masing. Ia mendorong pemuda untuk segera memulai berkarya, walau belum sempurna.
"Jangan menunggu sempurna untuk memulai. Yang penting berani mencoba dan terus mengembangkan kreativitas,"
Dengan dukungan pemerintah dan inisiatif pelaku lokal, kerajinan batok kelapa di Nagan Raya berpotensi tumbuh sebagai komoditas unggulan daerah sekaligus solusi pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...