Politik

PDI Perjuangan Ngawi Kukuhkan 84 Pengurus Musran Ranting

Bagikan:
Pengukuhan pengurus ranting PDI Perjuangan Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi

Ngawi — PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar Musyawarah Ranting (Musran) secara berkelanjutan untuk konsolidasi organisasi menuju agenda politik mendatang. Acara serentak di Kecamatan Widodaren pada Sabtu, 25 Juli 2026, menghasilkan pengukuhan 84 pengurus ranting untuk masa bakti 2026–2031. Partai menargetkan seluruh Musran di tingkat desa dan kelurahan rampung pada awal Agustus 2026.

Pelaksanaan Musran di Widodaren

Musran di Kecamatan Widodaren dilaksanakan serentak untuk kepengurusan di 12 desa. Kegiatan berlangsung di Gedung Nasional Desa Walikukun dan dihadiri pengurus ranting dari tiap desa. Pada penutupan, panitia mengukuhkan 84 orang pengurus ranting masa bakti 2026–2031.

Regenerasi dan keterwakilan

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Widodaren, Sriyono, menjelaskan Musran bagian dari proses regenerasi kepengurusan partai. Ia menyebut komposisi kepengurusan baru merupakan kombinasi kader berpengalaman dan wajah-wajah baru, termasuk kaum milenial serta perempuan.

Musyawarah ranting ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Ada wajah-wajah baru, terutama dari kalangan milenial, serta keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai masa bakti 2026–2031.

Peran ranting menurut fraksi dan DPC

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi, Agung Rezkina Pramesti, memberi apresiasi kepada pengurus lama atas dedikasi mereka. Ia mengingatkan bahwa pengurus ranting adalah ujung tombak partai karena bersentuhan langsung dengan warga.

Kepada pengurus ranting yang baru, mari bersama kita bergotong royong untuk membesarkan partai.

Dwi Rianto Jatmiko, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, menekankan Musran bukan sekadar ritual rutin. Menurutnya, agenda ini penting untuk memperkuat struktur partai hingga akar rumput dan memastikan fungsi partai sebagai penyambung aspirasi masyarakat berjalan efektif.

Musyawarah ranting merupakan bagian dari ikhtiar partai untuk terus meneguhkan diri sebagai organisasi yang memiliki struktur kuat dan solid.

Harapan dan tindak lanjut

Dwi Rianto, yang akrab disapa Mas Antok, meminta seluruh pengurus ranting aktif turun ke lapangan. Mereka diminta menyerap aspirasi warga dan melaporkan persoalan melalui jalur partai maupun wakil rakyat. Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan kader muda dan perempuan sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.

Kita berharap pengurus yang baru terus turun dan mendekat kepada masyarakat. Ranting adalah ujung tombak partai yang harus mampu memastikan organisasi hadir dan memberikan manfaat bagi rakyat.

Dengan target penyelesaian Musran di seluruh desa dan kelurahan pada awal Agustus 2026, PDI Perjuangan Ngawi berharap struktur partai lebih solid dan siap merespons kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait