Syngenta Luncurkan MIRAVIS Duo® untuk Padi Dukung Swasembada Beras
Syngenta Indonesia resmi meluncurkan MIRAVIS Duo® untuk padi pada Kamis, 4 Juni di Cilacap, Jawa Tengah. Produk ini menggunakan ADEPIDYN™, teknologi fungisida baru yang diklaim memberikan proteksi hingga 14 hari dan dirancang untuk membantu petani meningkatkan produktivitas serta mendukung program swasembada beras.
Teknologi dan klaim perlindungan
MIRAVIS Duo® mengombinasikan formulasi yang cepat diserap dan merata ke seluruh tanaman. Menurut perusahaan, proteksi efektif dapat terbentuk dalam enam jam setelah aplikasi dan bertahan sampai dua minggu, meski kondisi cuaca tidak menentu.
Produk ini diposisikan untuk menjaga tanaman tetap sehat, lebih hijau, dan menghasilkan gabah berkualitas. Fokusnya pada pengendalian penyakit sehingga tanaman mampu memaksimalkan potensi hasil panen.
Manfaat utama bagi petani
Syngenta menyebut tiga fitur utama yang menjadi pembeda MIRAVIS Duo® bagi petani padi:
- Gabah sehat berkilau — peningkatan kualitas gabah setelah perlindungan penyakit.
- Daun bendera lebih hijau dan bersih — mendukung fotosintesis dan vitalitas tanaman.
- Produksi meningkat — gabah yang lebih sehat berpotensi meningkatkan hasil panen.
Kata pihak perusahaan dan pemerintah daerah
Direksi Syngenta menyatakan peluncuran ini sebagai bagian dari komitmen membantu petani. Pernyataan resmi menegaskan tujuan meningkatkan hasil panen dan keuntungan petani melalui inovasi teknologi fungisida.
"Syngenta Indonesia berkomitmen menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan nyata di lapangan. Peluncuran MIRAVIS Duo® untuk padi adalah wujud nyata dari visi Petani MAJU, yaitu membantu petani meningkatkan hasil panen untuk keuntungan maksimal," ujar Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto.
"Untuk mempercepat inovasi teknologi fungisida sesuai kebutuhan petani, serta memperkuat kolaborasi... kami ingin petani tersenyum saat melihat produktivitas mereka meningkat," tambahnya.
Peluncuran tersebut mendapat sambutan dari pemerintah daerah karena sejalan dengan upaya peningkatan produktivitas padi di tingkat petani.
"Kami menyambut baik inovasi perlindungan tanaman yang dapat membantu petani mengelola risiko penyakit, terutama di tengah cuaca yang semakin sulit diprediksi. Kami berharap teknologi seperti ini dapat diadopsi dengan bijak sesuai rekomendasi," kata Sigit Widayanto, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap.
Uji lapang dan pengalaman petani
Sekitar 500 petani menghadiri peluncuran dan menyaksikan demonstrasi di lahan percontohan. Beberapa petani juga telah mencoba sampel di lahan mereka dengan hasil awal yang positif.
"Musim lalu, tanaman padi saya layu, kusam dan tidak bersih, sehingga kualitas gabah dan hasil panen menurun. Musim ini saya mencoba MIRAVIS Duo® pada usia 55 hari setelah tanam dengan dosis 300 ml per hektare," kata Musodik, petani padi dari Cilacap.
"Setelah aplikasi, saya melihat perbedaan: gabah sehat berkilau, daun bendera lebih hijau dan bersih. Serta hasil panen meningkat dibandingkan musim sebelumnya," tambah Musodik.
Peran Cilacap dan rencana perluasan
Cilacap tercatat sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa dan Indonesia, dengan perkiraan produksi mencapai 855.042 ton Gabah Kering Giling (GKG). Pada 2025, Cilacap melaporkan surplus beras lebih dari 321 ribu ton, menegaskan peran wilayah ini sebagai lumbung pangan.
Setelah peluncuran di Cilacap, Syngenta menyatakan akan memperkenalkan MIRAVIS Duo® ke sentra produksi beras lain di Indonesia untuk mendukung ketahanan pangan dan upaya swasembada beras.
Adopsi teknologi ini di lapangan dan penerapan rekomendasi yang tepat akan menentukan seberapa besar kontribusi MIRAVIS Duo® terhadap produktivitas padi nasional.
Berita Terkait
Kemenperin Dorong Transformasi Industri di BRICS PartNIR 2026
Kemenperin ikut BRICS PartNIR 2026 di Xiamen untuk percepat transformasi industri lewat digitalisasi, manufa...
IHSG Merosot 3,48% ke 5.734 pada Jeda Perdagangan
IHSG turun 206 poin (3,48%) ke 5.734 pada jeda perdagangan 4 Juni 2026, terdorong tekanan jual saham blue-ch...
Harga Emas Perhiasan 4 Juni 2026: Raja Emas Stabil, Laku Emas Turun
Harga emas perhiasan 4 Juni 2026 bergerak berbeda: Raja Emas stabil, Laku Emas turun. Cek rincian harga per...
Kemendag Perkuat Penetrasi Produk Indonesia di Arab Saudi
Kementerian Perdagangan perkuat penetrasi produk RI di Arab Saudi melalui ITPC Jeddah; fokus promosi konsume...
USTR Tuding Praktik 'Kerja Paksa', Indonesia Terancam Tarif AS
USTR menyatakan temuan praktik kerja paksa dan mengusulkan tarif tambahan hingga 12,5% bagi impor dari sekit...
ADHI Karya Raih TOP CSR Awards 2026 Star 4
ADHI Karya meraih TOP CSR Awards 2026 Star 4 pada 25 Mei 2026 di Jakarta, sekaligus penghargaan untuk pimpin...