Rupiah Tembus Rp18.023 per USD, Sentimen Geopolitik Jadi Pemicu
Rupiah kembali melemah pada pembukaan perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, menembus level Rp18.023 per dolar AS. Pelemahan ini mencerminkan sentimen negatif pasar global yang masih didominasi ketidakpastian geopolitik antara AS dan Iran, ujar Ariston Tjendra, Dirut PT Doo Financial Futures.
Penyebab pelemahan
Investor menilai ketegangan AS-Iran akan berlanjut dalam jangka waktu cukup lama. Kondisi ini mendorong permintaan aset aman dan menekan mata uang pasar berkembang, termasuk rupiah.
"Ini sebenarnya sudah diprediksi, laju pelemahannya memang belum bisa ditahan sepenuhnya oleh Bank Indonesia. Pemicu utamanya adalah tarik-ulur antara AS dan Iran,"
Selain faktor geopolitik, melemahnya pasar saham domestik turut memberi tekanan. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG kembali turun, yang menurut analis menandakan berkurangnya kepercayaan investor asing.
Tindakan Bank Indonesia
Bank Indonesia (BI) telah menempuh beberapa langkah untuk meredam gejolak nilai tukar. Opsi yang diambil antara lain kenaikan suku bunga acuan dan intervensi pasar dengan menambah pasokan dolar AS.
Walau demikian, kebijakan moneter dan intervensi langsung tersebut belum sepenuhnya mengubah arah pasar. Tekanan eksternal masih dominan, sehingga pelemahan nilai tukar berlanjut meski BI aktif menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran valuta asing.
Data pergerakan
| Tanggal | Nilai Tukar (Rp/USD) | Perubahan |
|---|---|---|
| 4 Juni 2026 (pembukaan) | Rp18.023 | Turun 0,32% (57 poin) |
Dampak dan prospek
Pelemahan rupiah dapat memperberat tekanan pada inflasi impor dan biaya usaha yang bergantung pada bahan baku luar negeri. Perusahaan dengan kewajiban dolar akan merasakan dampak langsung terhadap neraca dan arus kas.
Ke depan, pergerakan rupiah akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik global dan respons kebijakan moneter internasional. Jika ketegangan mereda, rupiah berpotensi pulih; sebaliknya, eskalasi konflik bisa memperdalam tekanan pada pasar valuta.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Galaxy Watch Ultra2: Smartwatch Tangguh untuk Aktivitas Outdoor
Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan ketahanan ekstrem dan analitik kesehatan berbasis AI, cocok untuk pelari tr...
NSIG Perkuat Jejaring Global Dorong Investasi Berkelanjutan di Sulut
NSIG perkuat jejaring global untuk menarik investasi berkelanjutan ke Sulawesi Utara lewat riset, B2B, dan b...
Chery Avante Buka Diler di Magelang, Harga di Bawah Rp300 Juta
Chery Avante membuka diler di Magelang (24 Juli 2026); harga di bawah Rp300 juta dan layanan penjualan serta...
Anggota Oriflame: Lebih dari Sekadar Menjual Produk
Younita, anggota Oriflame sejak 2020, menyebut keanggotaan soal mencoba produk, harga member gratis, dan par...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram - 25 Juli 2026
Harga emas Antam naik Rp7.000 per gram jadi Rp2.612.000 (25 Juli 2026); buyback juga naik. Simak rincian har...
Komisi VI Apresiasi Kinerja Positif Pelindo Semester I 2026
Komisi VI DPR mengapresiasi capaian positif Pelindo Semester I 2026 setelah kunjungan kerja di Surabaya; Pel...