BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Minyak Biomassa melalui Pirolisis
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pirolisis untuk mengubah tandan kosong kelapa sawit menjadi minyak biomassa. Pengembangan ini diumumkan pada Jumat, 26 Juni 2026, sebagai upaya memberi nilai ekonomi pada limbah dan mengurangi ketergantungan energi fosil.
Teknologi pirolisis dan produk utama
Tim riset dari Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN memproses tandan kosong sawit melalui pirolisis. Proses dapat dilakukan dengan pemanasan lambat, cepat, atau sangat cepat. Fasilitas reaktor BRIN saat ini mengolah dengan pirolisis lambat dalam waktu dua hingga empat jam.
Teknologi ini menghasilkan tiga produk utama:
- Asap cair (liquid smoke)
- Minyak biomassa (bio-oil)
- Arang hayati (bio-char)
Komposisi kimia dan potensi aplikasi
Minyak biomassa dan asap cair mengandung sejumlah senyawa organik seperti fenol, asam asetat, keton, dan metanol. Senyawa tersebut banyak digunakan di industri kimia.
Asap cair memiliki aplikasi yang beragam. Selain dapat diformulasikan sebagai pelapis untuk memperpanjang masa simpan buah, asap cair juga berpotensi dikembangkan menjadi material film untuk membantu penyembuhan luka rongga mulut.
Peran energi dan diversifikasi bahan bakar
Menurut Ketua tim riset, pemanfaatan limbah sawit menjadi energi dan bahan kimia berbasis hayati penting untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Saat ini, minyak biomassa dari tandan kosong sudah dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk boiler industri.
"Minyak pirolisis digunakan untuk mendukung diversifikasi bahan bakar di Indonesia. Di sisi lain, tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah yang jumlahnya sangat besar sehingga perlu ditanggulangi secara optimal," ujar Dieni Mansur, ketua tim riset pirolisis BRIN.
Dieni juga menyebut bahwa minyak biomassa belum dapat dipakai langsung sebagai bahan bakar tunggal kendaraan bermotor. Namun, kandungan kimianya berpotensi menjadi aditif untuk bahan bakar cair seperti bensin.
Dampak lingkungan dan ekonomi sirkular
Penelitian ini menawarkan solusi ganda: mengelola limbah pertanian sekaligus menyediakan sumber energi terbarukan. Dengan mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi, pendekatan ini mendukung prinsip ekonomi sirkular.
"Kedepannya, kami berharap pirolisis tandan kosong kelapa sawit dapat membantu mengatasi permasalahan limbah sawit. Sekaligus menjadi salah satu alternatif diversifikasi energi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," tambah Dieni.
Penerapan teknologi ini masih memerlukan pengembangan skala dan regulasi agar produk hasil pirolisis dapat diintegrasikan ke industri secara luas. Namun, langkah BRIN membuka peluang baru untuk pemanfaatan limbah sawit secara berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BNPB Imbau Warga NTT Waspada Gempa Susulan
BNPB mengimbau warga terdampak gempa NTT waspada gempa susulan; BMKG catat 2.119 gempa susulan hingga 18 Agu...
BNPB Gelar Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling untuk Pengungsi Sikka
BNPB menyediakan trauma healing dan perpustakaan keliling di GOR Samador, Sikka, untuk mendukung pemulihan p...
Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami: Langkah Antisipasi Penting
Indonesia rawan gempa dan tsunami; warga diminta siaga dengan tas darurat, amankan perabot, dan pahami jalur...
Sejarah Lahirnya MPR RI: Dari KNIP hingga Perubahan Pasca-Reformasi
MPR bermula dari KNIP 1945; HUT diperingati 29 Agustus. Peran lembaga berubah setelah amendemen UUD 1945 pas...
BNPB Pastikan Kebutuhan Pengungsi Gempa Flores Tercukupi
BNPB pastikan kebutuhan pengungsi gempa magnitudo 7,7 di Manggarai terpenuhi; tenda, logistik, dapur umum, d...
Pemerintah Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT
Pemerintah menurunkan menteri dan memperkuat koordinasi untuk penanganan gempa NTT, fokus pada evakuasi, keb...