MIDI: Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Alfamidi, Target 200 Gerai 2026
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menyatakan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak mengganggu segmen ritel modern miliknya dan perusahaan tetap melanjutkan ekspansi. Pernyataan itu disampaikan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 4 Juni 2026.
Kebijakan Kopdes Merah Putih dan respons MIDI
Direktur Corporate Legal dan Compliance MIDI, Afid Hermeily, menyatakan ritel modern menghormati kebijakan pemerintah terkait Kopdes Merah Putih. Menurutnya, model bisnis dan segmentasi pasar berbeda sehingga tidak saling mengganggu.
"Kami menghormati kebijakan pemerintah terkait pengembangan Kopdes Merah Putih. Kami juga menilai keberadaan koperasi tersebut tidak akan mengganggu model bisnis perseroan yang menyasar segmen pasar berbeda," ujar Afid usai RUPST.
Afid menambahkan setiap pelaku ritel memiliki model bisnis dan target konsumen yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi. Ia juga menyebut wacana pembatasan operasional ritel modern di beberapa daerah belum berdampak material pada bisnis MIDI.
"Kami tetap tunduk dan patuh terhadap seluruh regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah," kata Afid.
Target ekspansi 2026 dan kebutuhan capex
Direktur Keuangan MIDI, Suantopo Po, mengungkapkan perusahaan menargetkan membuka 200 gerai Alfamidi sepanjang 2026. Untuk merealisasikan target itu, perseroan menyiapkan belanja modal sekitar Rp1,5 triliun.
"Dapat kami sampaikan bahwa perseroan menargetkan pembukaan gerai sebanyak 200 gerai tahun 2026. Adapun kebutuhan capex-nya adalah sekitar Rp1,5 triliun," ujar Suantopo.
Kinerja gerai dan sebaran geografis
Pada 2025, MIDI membuka 152 gerai baru. Dari jumlah tersebut dilaporkan 135 gerai berformat Alfamidi dan 18 gerai berformat Alfamidi Super. Perusahaan juga menutup satu gerai Midi Fresh karena masa sewa berakhir.
Pada akhir 2025 jumlah gerai tercatat sebagai berikut:
| Jenis Gerai | Jumlah Gerai (Akhir 2025) |
|---|---|
| Alfamidi | 2.503 |
| Alfamidi Super | 80 |
| Midi Fresh | 4 |
| Total | 2.587 |
Distribusi gerai Alfamidi menurut wilayah per 31 Desember 2025:
- Sebesar 54% berlokasi di luar Pulau Jawa.
- 21,3% berada di luar Jabodetabek tetapi masih di Pulau Jawa.
- 24,7% berkontribusi dari wilayah Jabodetabek.
Suantopo menegaskan Alfamidi tetap menjadi format utama yang menopang pendapatan perseroan. Dari sisi pendapatan neto, Alfamidi menyumbang sekitar 92,9% dari total pendapatan neto MIDI.
Implikasi dan prospek
MIDI menegaskan fokus pada pengembangan jaringan ritel modern sambil mematuhi regulasi pemerintah. Ekspansi ke luar Pulau Jawa dinilai memberikan pertumbuhan lebih cepat dibandingkan kawasan Jawa.
Pencapaian target 200 gerai dan penggunaan capex akan menjadi indikator utama pemulihan dan pertumbuhan jaringan ritel perusahaan pada 2026.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Produk Indonesia Dilirik Buyer Spanyol, Potensi Transaksi USD2,31 Juta
Atase Perdagangan RI di Madrid catat potensi transaksi USD2,31 juta dari business matching; buyer Spanyol mi...
ISF 2026 Perkuat Kolaborasi Global untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
ISF 2026 digelar 6-7 Oktober di Jakarta untuk memperkuat kolaborasi global dalam pembiayaan, teknologi, dan...
Konsistensi Pasokan Ayam Kunci Kelancaran Operasional Bisnis Kuliner
Konsistensi pasokan ayam — ukuran, potongan, kualitas, dan jadwal pengiriman — menjadi penentu efisiensi dan...
Geo Dipa: Potensi Panas Bumi Indonesia Baru 11% Tergarap
Geo Dipa: potensi panas bumi 24 GW, namun baru 11% (2,7 GW) tergarap; hambatan utama biaya tinggi, waktu pem...
BI: KLM Perkuat Pembiayaan Perumahan, Rp118 T Tersalurkan
BI menyatakan KLM mendukung pembiayaan perumahan; realisasi 1,32% setara Rp118 triliun disalurkan ke 111 ban...
DPR Soroti Usulan HIPMI Naikkan Plafon KUR Jadi Rp2 Miliar
DPR menyoroti usulan HIPMI naikkan plafon KUR menjadi Rp2 miliar untuk memperluas pembiayaan UMKM kelas mene...