Mensos Tinjau Pembelajaran di SRMP 10 Bogor
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Bogor pada Selasa, 2 Juni 2026. Kunjungan bertujuan melakukan dialog interaktif dengan calon siswa dan orang tua serta memastikan kualitas layanan pendidikan bagi anak dari keluarga prasejahtera.
Kunjungan dan tujuan
Kedua pejabat hadir untuk meninjau fasilitas dan metode pembelajaran di sekolah khusus tersebut. Mereka ingin memastikan akses pendidikan merata dan memetakan kebutuhan pendampingan agar anak-anak berkesempatan meraih masa depan lebih baik.
Dialog dengan siswa dan orang tua
Dalam pertemuan itu Mensos menekankan hak setiap anak untuk mendapatkan pendidikan. Ia mengajak anak-anak tetap menghargai keluarga meski kondisi ekonomi belum ideal.
"Orang tuanya mungkin belum sukses, tetapi anak-anaknya harus menjadi orang-orang yang sukses. Yang paling penting, apa pun keadaan orang tuamu, kamu harus tetap bangga dan hormat kepada ayah dan ibumu, kepada keluargamu yang bekerja keras untuk bisa memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya,"
Pengalaman siswa di SRMP 10
Salah satu siswa, Vikar Ziyad Rasya (13 tahun), menceritakan perubahan signifikan sejak bersekolah di SRMP 10. Ia mengatakan kondisi keluarganya sempat mengancam kelanjutan pendidikannya, namun program sekolah membantu kebutuhan dasar dan suasana belajar.
"Jadi sebelum di sini, saya hidup dengan keluarga yang kurang mampu dan waktu itu hampir putus sekolah. Tetapi semenjak ada Sekolah Rakyat, saya di sini sangat berkecukupan, mulai dari makan, kasih sayang, sampai kegiatan sekolah,"
Rasya menambahkan bahwa suasana kelas aman dan bebas perundungan, sehingga kepercayaan dirinya meningkat. Ia juga memuji metode pengajaran yang diwarnai permainan edukatif sehingga proses belajar terasa menyenangkan.
"Di sini, sama guru-gurunya dijelaskan dengan jelas, dengan detail, benar-benar agar kami bisa belajar dan fokus belajar. Guru-guru di sini selain mengajar, juga membuat permainan kecil-kecilan untuk membuat suasana kelas seru,"
Pendaftaran dan pendampingan
Mensos menjelaskan bahwa pendaftaran ke Sekolah Rakyat dilakukan melalui penjangkauan oleh petugas pendamping Kementerian Sosial yang turun langsung ke lapangan untuk mendata anak dari keluarga tidak mampu. Dalam kunjungan, Mensos juga memperkenalkan calon siswa baru berusia 15 tahun, Muhammad Al-Jabbar.
"Tidak apa-apa. Kita ingin dari awal terbuka. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Data-data harus jujur. Kita mulai dengan kejujuran, insya Allah akan berkah dan kita akan membuat anak-anak ini sukses,"
Implikasi dan tindak lanjut
Kunjungan ini menegaskan fokus Kementerian Sosial pada pemenuhan hak pendidikan bagi kelompok kurang mampu. Pemeriksaan langsung ke lapangan diharapkan mendorong peningkatan kualitas layanan dan memperkuat mekanisme pendataan serta pendampingan bagi siswa yang membutuhkan.
Berita Terkait
MaiA: Platform AI Permudah Rencana Perjalanan Wisatawan
Kemenpar meluncurkan MaiA, platform AI untuk memudahkan penyusunan rencana perjalanan dan mempromosikan dest...
Pelemahan Rupiah Dongkrak Daya Saing Pariwisata Indonesia
Pelemahan rupiah membuat Indonesia lebih murah bagi wisatawan asing, mendorong kunjungan dari Asia meski tan...
Gede Narayana Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat
Gede Narayana resmi ditunjuk sebagai Wakil Ketua KIP menggantikan Arya Sandhiyudha; penetapan melalui rapat...
Pemerintah Siapkan Sanksi Publik bagi Pelanggar Uji Tuntas HAM
KemenHAM siapkan sanksi, termasuk publikasi identitas, bagi perusahaan >2.000 pekerja yang tak lapor uji tun...
DPR: Diplomasi Presiden Kunci Hadapi Tantangan Geopolitik
DPR menilai diplomasi presiden penting hadapi gejolak geopolitik; masukan publik layak dipertimbangkan, tapi...
UNDP: Uji Tuntas HAM Kini Wajib bagi Perusahaan Global
UNDP: uji tuntas HAM kini mengikat secara hukum dan jadi tuntutan investor; perusahaan Indonesia harus terap...