Komisi IX: Evaluasi dan Pergantian Kepala BGN Dinilai Wajar
Komisi IX DPR menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto mengganti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) adalah hal yang wajar. Pergantian dilakukan di tengah evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berskala besar dan anggarannya signifikan. Keputusan diumumkan pada 2 Juni 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Alasan evaluasi menurut Komisi IX
Wakil Ketua Komisi IX, Nihayatul Wafiroh atau Ninik, mengatakan presiden memiliki hak prerogatif untuk mengevaluasi dan menyegarkan jajaran kabinet. Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari fungsi pengawasan dan penataan kinerja pemerintahan.
Ninik menyatakan bahwa presiden pasti punya kisi-kisi untuk setiap pembantunya dan berhak melakukan pergantian bila diperlukan.
Fokus pada Program MBG yang berskala besar
Ninik menekankan bahwa evaluasi terhadap pimpinan BGN tidak bisa dilepaskan dari besarnya cakupan Program MBG. Program ini disebutnya baru namun berjalan dengan skala langsung sangat besar dan didukung anggaran luar biasa.
Oleh karena itu, Ninik menilai perlu adanya pengawasan dan perhatian serius dari Presiden terhadap pelaksanaan program tersebut.
Kronologi pergantian pimpinan BGN
Pada 2 Juni 2026 Presiden mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Pemerintah menunjuk Naniek S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Selain itu, dua Wakil Kepala BGN yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya juga diganti.
Dalam pengumuman resmi, Menteri Sekretaris Negara menyampaikan bahwa Presiden mengambil keputusan melakukan pergantian pimpinan BGN yang mencakup Kepala dan dua wakil kepala.
Apresiasi dan harapan untuk kepemimpinan baru
Meskipun mendukung keputusan evaluasi, Ninik memberi apresiasi kepada Dadan Hindayana atas peranannya membangun pondasi awal Program MBG. Ia berharap pergantian ini membawa perbaikan dalam tata kelola dan pelaksanaan program.
Harapan Komisi IX adalah kepemimpinan baru mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG sehingga tujuan program tercapai dan anggaran dikelola lebih akuntabel.
Implikasi ke depan
Pergantian pimpinan BGN menandai intensifikasi pengawasan terhadap program prioritas pemerintah. Komisi IX akan terus memantau perkembangan pelaksanaan MBG dan efek pergantian pimpinan terhadap capaian program tersebut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Putri Ariani Meriahkan HAN 2026, KOWANI Tekankan Inklusivitas
Putri Ariani tampil di HAN 2026; KOWANI menyatakan penampilan itu menguatkan inklusivitas dan hak anak untuk...
Komisi VII DPR Dorong Perluasan Pembiayaan untuk Ekonomi Kreatif
Komisi VII DPR mendorong perluasan akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif, termasuk penambahan kuota d...
Kekerasan Digital terhadap Anak Meningkat, Save the Children Serukan Kolaborasi
Save the Children melaporkan kenaikan kekerasan digital pada anak dan mendorong kolaborasi pemerintah, kelua...
Bappenas Tetapkan Perlindungan Anak Digital sebagai Prioritas Nasional
Bappenas menetapkan perlindungan anak di ruang digital sebagai prioritas nasional, diintegrasikan ke RPJPN,...
FABC: Sinodalitas Jalan Perkuat Misi Gereja di Asia
FABC menegaskan sinodalitas bukan tujuan akhir, melainkan jalan memperkuat misi Gereja di Asia; sidang pleno...
Satpam Fiktor dan Sopir Alphard di Bundaran HI Sepakat Berdamai
Satpam Fiktor Harefa dan sopir Toyota Alphard sepakat berdamai setelah mediasi Polsek Metro Menteng; dugaan...