Menko Muhaimin: Deregulasi untuk Ekonomi yang Lebih Berpihak
Pada Minggu, 26 Juli 2026, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa deregulasi harus menjadi langkah strategis untuk menciptakan tata kelola ekonomi yang lebih berpihak kepada rakyat. Ia menekankan bahwa penyederhanaan aturan tidak hanya mengurangi beban, tetapi membuka peluang ekonomi dan mempercepat pemerataan kesejahteraan.
Deregulasi sebagai instrumen strategis
Muhaimin menyatakan bahwa tujuan utama deregulasi ialah memastikan setiap aturan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, regulasi harus adaptif dan menjawab kebutuhan riil warga sehingga mempermudah aktivitas kerja dan usaha.
"Deregulasi bukan sekadar mengurangi aturan, tetapi memastikan aturan yang ada benar-benar memberikan manfaat,"
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama pemerataan dan keadilan agar masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dan mandiri.
Siapa yang menjadi prioritas
Menurut Muhaimin, kebijakan harus memprioritaskan pelaku usaha mikro dan kecil, petani, nelayan, serta kelompok produktif lainnya. Pemerintah dituntut menciptakan ruang agar masyarakat tidak hanya penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku pembangunan.
"Regulasi harus mempermudah masyarakat untuk bekerja, berusaha, dan meningkatkan taraf hidup,"
Kemenko Pemberdayaan Masyarakat akan mendorong kebijakan lintas sektor yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dan perluasan akses terhadap peluang ekonomi.
Peran anggaran dan infrastruktur
Muhaimin menekankan pentingnya alokasi anggaran yang tepat sasaran. Anggaran negara harus digunakan untuk infrastruktur dasar dan penguatan layanan publik yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia juga menilai pembangunan infrastruktur di daerah meningkatkan konektivitas dan memperluas akses ekonomi secara berkelanjutan. Infrastruktur yang memadai, kata dia, memperlancar aktivitas usaha dan membuka peluang baru bagi komunitas lokal.
Koordinasi lintas kementerian
Pihaknya memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga untuk menyelaraskan agenda deregulasi dengan program pemberdayaan masyarakat. Sinergi ini diarahkan pada pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi rakyat.
Muhaimin menegaskan bahwa kebijakan yang disusun harus menghasilkan dampak nyata dan terukur di lapangan.
Penutup: Ukuran keberhasilan
Menutup pernyataannya, Muhaimin mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan adalah ketika masyarakat merasakan perubahan dan memiliki kesempatan lebih besar untuk mandiri.
"Deregulasi harus menjadi jalan menuju ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berpihak kepada masyarakat,"
Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap transformasi ekonomi tidak hanya meningkatkan angka pertumbuhan, tetapi juga memperluas kesejahteraan secara merata.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...