Nasional

Menkes: Daging Kambing Bukan Penyebab Hipertensi dan Kolesterol

Bagikan:
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan daging kambing dan kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Menkes luruskan kesalahpahaman

Menteri Budi menanggapi kekhawatiran masyarakat terhadap konsumsi daging kambing saat perayaan Iduladha. Ia menegaskan bahwa tudingan kambing sebagai sumber utama kolesterol dan hipertensi adalah tidak tepat.

“Pelaku utamanya adalah santan kental yang dimasak berjam-jam, serta jeroan seperti hati, paru, dan usus yang kadar kolesterolnya tiga sampai lima kali lebih tinggi dari daging,”

Penyebab sebenarnya menurut Menkes

Selain santan dan jeroan, Menkes juga menyebut bahan olahan lain yang kerap digunakan saat memasak kambing dapat meningkatkan risiko, seperti garam dan gula termasuk kecap manis. Ia mengingatkan bahwa porsi makan dan cara memasak berperan besar dalam dampak kesehatan.

“Jadi kalau habis Iduladha banyak yang masuk rumah sakit karena hipertensi atau kolesterol, pastikan kita tahu bukan kambingnya. Salah cara masak dan porsi makan yang tidak terkontrol,”

Perbandingan kandungan lemak dan kolesterol

Untuk memperjelas, Menteri Budi memaparkan perbandingan kandungan lemak jenuh dan kolesterol antar jenis daging. Data yang disampaikan menunjukkan kambing justru memiliki kandungan lemak jenuh dan kolesterol lebih rendah dibanding sapi atau ayam.

Jenis Lemak Jenuh (g) Kolesterol (mg)
Kambing 0.8 64
Sapi 3.0 73
Ayam - 76

Saran konsumsi daging kurban

Menkes meminta masyarakat tidak takut mengonsumsi daging kambing saat Iduladha, namun mengatur porsi dan cara olahannya. Ia menyarankan agar daging kurban tidak langsung dimasak habis, melainkan dibagi menjadi beberapa porsi dan disimpan untuk dikonsumsi bertahap.

“Secara medis, daging yang kalian bawa ke rumah itu kualitasnya setara dengan suplemen whey protein senilai jutaan rupiah. Kalau dikasih daging kurban, dapat sekitar sekilo, tolong jangan langsung dimasak semuanya di hari yang sama,”

Makna kesehatan jangka panjang

Menkes menekankan bahwa daging kurban merupakan sumber protein dan asam amino penting seperti leucine yang membantu pembentukan otot. Ia menilai momen Iduladha bisa menjadi kesempatan untuk upgrade asupan protein yang murah dan bernilai gizi tinggi, terutama bagi lansia, ibu-ibu, dan remaja putri.

Kesimpulannya: bukan daging kambing yang harus ditakuti, melainkan cara memasak, porsi makan, dan pilihan bagian daging yang dikonsumsi.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait