Menkes: Bangga Peneliti Indonesia Pimpin Lancet Commission
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut bangga kiprah peneliti Indonesia yang dipercaya memimpin Lancet Commission khusus soal Indonesia. Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 22 Juni 2026, di kantor Kemenkes Jakarta. Menkes menilai kepemimpinan ini menjadi tonggak penting bagi pengakuan internasional atas kapasitas penelitian nasional.
Pengakuan internasional dan makna kepemimpinan
Budi mengatakan selama ini belum ada peneliti Indonesia yang menjadi ketua dalam komisi riset Lancet yang bergengsi. Ia menekankan bahwa posisi chair tersebut menandai pengakuan dunia terhadap kemampuan ilmuwan Indonesia.
“Ini pertama kali Lancet Commission regional membuat research paper mengenai Indonesia dan chair-nya orang Indonesia. Jadi saya bangga sekali dengan Pak Oni ini,”
Seberapa langka Lancet Commission?
Menkes menjelaskan jumlah Lancet Commission sangat terbatas jika dibandingkan jutaan publikasi Lancet. Data yang disebutkan Budi menunjukkan baru ada 129 komisi secara total.
Lebih lanjut, hanya sekitar lima hingga enam Lancet Commission yang fokus membahas sistem kesehatan suatu negara. Karena itu, terpilihnya Indonesia menjadi subjek komisi dianggap sebagai pencapaian penting.
Pesan untuk peneliti dan masa depan riset kesehatan
Budi berharap momentum ini dapat mendorong lebih banyak peneliti Indonesia berpartisipasi dalam forum internasional. Ia menilai kontribusi ilmuwan nasional perlu ditingkatkan mengingat Indonesia merupakan negara berpenduduk besar.
“Harusnya Indonesia makin lama makin banyak. Masuk sebagai anggota saja sudah sesuatu banget. Karena kita sebagai negara besar, dibandingkan yang lain sih kita ketinggalan,”
Ia mendorong agar keterlibatan tidak hanya sebatas keanggotaan, tetapi juga kepemimpinan dalam penelitian global. Langkah ini dinilai penting untuk memperbaiki kebijakan kesehatan dan memperkuat kapasitas riset nasional.
Implikasi bagi kebijakan dan riset nasional
Kepemimpinan dalam Lancet Commission dipandang dapat membuka akses pada jaringan riset internasional. Selain itu, hasil rekomendasi komisi diperkirakan akan memberikan masukan strategis bagi pengembangan sistem kesehatan Indonesia ke depan.
Dengan pengakuan ini, Kemenkes diharapkan lebih aktif memfasilitasi kolaborasi riset dan peningkatan kapasitas peneliti. Upaya itu krusial untuk memastikan temuan riset dapat diimplementasikan demi perbaikan layanan kesehatan publik.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Manajemen Stres: Kunci Menjaga Kesehatan Mental
Manajemen stres penting untuk menjaga kesehatan mental; kenali gejala dan langkah praktis seperti relaksasi,...
Konsumsi Sayur dan Buah Tingkatkan Imunitas, Kata Ahli
Prof. Hardinsyah: konsumsi sayur dan buah setiap hari tingkatkan imunitas dan kurangi risiko penyakit tidak...
Tren Lari FOMO Berujung Gaya Hidup Sehat
Tren lari yang semula dipicu FOMO kini berubah jadi gaya hidup sehat, dorong partisipasi, relasi sosial, dan...
Paparan Layar Berlebih Ganggu Kesehatan Mata, Terapkan 20-20-20
Paparan layar lama menyebabkan mata lelah dan kering; dokter menyarankan metode 20-20-20 serta atur pencahay...
Cuci Tangan Efektif Cegah Penyakit Menular, Ini Aturannya
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir efektif mencegah penularan penyakit; lakukan pada momen kunci s...
Jalan Kaki 30 Menit Sehari: Manfaat Besar untuk Tubuh dan Pikiran
Jalan kaki 30 menit sehari efektif menjaga jantung, membantu kontrol berat badan, dan meredakan stres—invest...