Kesehatan

Menkes: Program MBG Prioritaskan Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita

Bagikan:
Menkes Budi Gunadi minta MBG diprioritaskan untuk ibu hamil dan balita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprioritaskan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pernyataan itu disampaikan saat Menkes menemui awak media di kantor Kemenkes, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026. Ia menegaskan fokus tersebut bertujuan menekan angka kematian ibu dan anak serta memperbaiki kualitas generasi ke depan.

Prioritas sasaran MBG

Menkes menegaskan urutan prioritas program. Pertama adalah ibu hamil agar asupan gizinya terpenuhi selama masa kehamilan. Kedua adalah ibu menyusui, sebab kebutuhan nutrisi tetap tinggi pasca persalinan. Ketiga adalah balita, yang berada pada fase pertumbuhan paling krusial.

Jadi nomor satu adalah ibu hamil dan ibu hamil itu tolong dibantu supaya gizinya bagus. Selain anak-anak, ibu hamil adalah target yang harus kita kejar untuk dipenuhi gizinya

Mengapa fokus pada masa awal kehidupan

Menkes menjelaskan banyak masalah kesehatan bermula dari kekurangan gizi saat kehamilan dan awal kehidupan anak. Kurang gizi pada periode ini dapat menghambat tumbuh kembang dan meningkatkan risiko penyakit kronis di masa depan. Karena itu intervensi gizi dini dianggap lebih efektif dibanding penanganan saat masalah telah terjadi.

Ia menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi anak sebelum memasuki usia sekolah. Periode ini menentukan fondasi kesehatan jangka panjang.

Masa balita merupakan golden period yang menentukan kualitas kesehatan seseorang pada masa depan. Karena itu, kebutuhan gizi anak sebelum memasuki usia sekolah harus dipenuhi secara optimal

Dampak bagi beban kesehatan nasional

Budi menilai keberhasilan Program MBG bisa memberi dampak besar pada upaya pengurangan beban kesehatan nasional. Dengan memenuhi gizi ibu dan anak sejak dini, diharapkan angka kematian ibu dan anak turun, serta prevalensi gangguan tumbuh kembang menurun.

Ia juga meminta agar perhatian tidak hanya tertuju pada anak usia sekolah, melainkan pada periode awal kehidupan. Menkes melihat investasi gizi di tahap awal lebih efisien untuk jangka panjang.

Yang kedua, ibu menyusui, begitu sudah melahirkan, ibu menyusui itu perlu gizinya. Jadi ibu hamil, ibu menyusui, dan yang ketiga itu balita

Implikasi ke depan

Permintaan Menkes menunjukkan arah kebijakan gizi yang lebih menekankan intervensi pada kelompok rentan sejak dini. Jika prioritas ini diterapkan, program MBG perlu disesuaikan dari sisi target, distribusi, dan pemantauan agar manfaatnya maksimal bagi kesehatan ibu dan anak.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait