IHSG Turun 0,12% ke 6.343,71 pada 6 Agustus 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.343,71 atau turun 0,12 persen pada penutupan perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026. Penurunan ini disertai nilai transaksi tinggi dan tekanan dari aksi jual investor asing sehingga membayangi sentimen positif dari data ekonomi.
Ringkasan perdagangan
IHSG sempat bergerak fluktuatif sejak pembukaan pada 6.379,92 dan menyentuh titik terendah di 6.324,06. Secara agregat, pergerakan saham didominasi penurunan dengan 337 saham melemah, 265 saham menguat, dan 192 saham stagnan.
Aktivitas pasar mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp18,06 triliun, volume perdagangan mencapai 54,74 miliar lembar saham, dan frekuensi lebih dari 2,67 juta kali transaksi.
Sentimen dan data ekonomi
Sentimen pasar pada perdagangan hari ini dipengaruhi rilis sejumlah indikator ekonomi pada 5 Agustus 2026. Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen (yoy). Angka ini melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi masih lebih baik daripada ekspektasi pasar di level 5,1 persen.
Tim analis dari Phintraco Sekuritas menilai pertumbuhan Q2 2026 merupakan yang paling kecil sejak triwulan III 2025, terutama disebabkan oleh perlambatan konsumsi dan belanja pemerintah.
Data ketenagakerjaan dan kemiskinan juga menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun ke 4,65 persen pada Mei 2026 dari 4,68 persen pada Februari 2026, sementara tingkat kemiskinan turun ke 8,07 persen pada Maret 2026—terendah sejak 1999. BPS mencatat jumlah penduduk miskin sebesar 22,93 juta orang per Maret 2026, turun 430 ribu orang dari September 2025.
Aksi investor dan sektor terdampak
Meski data makro menunjukkan beberapa perbaikan, tekanan di pasar terlihat dari aksi jual investor asing. Net sell asing tercatat sebesar Rp187,59 miliar pada hari ini.
Saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain:
- TPIA
- TLKM
- BBRI
- ASII
- CPIN
Proyeksi analis
Sebelumnya, tim analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji level 6.370-6.400. Namun pada penutupan 6 Agustus 2026, indeks justru berakhir lebih rendah karena kombinasi fluktuasi intraday dan tekanan jual asing.
“Ini menunjukkan tingkat pengangguran di Indonesia pada level terendah sejak 1994,”
Penutup
Penutupan IHSG pada 6 Agustus 2026 merefleksikan kondisi pasar yang berhati-hati: data ekonomi menunjukkan perbaikan struktural, tetapi arus modal asing dan volatilitas intraday menahan laju penguatan indeks. Pergerakan selanjutnya akan bergantung pada sentimen global, realisasi kebijakan fiskal, dan aktivitas investor asing.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Harga Emas Pegadaian Naik Signifikan, Galeri24 dan UBS Menguat
Harga emas Pegadaian naik signifikan pada 6 Agustus 2026; Galeri24 dan UBS menguat, memicu penyesuaian harga...
IHSG Dibuka Menguat ke 6.379,91 Didukung Sentimen Pasar
IHSG dibuka menguat ke 6.379,91 pada 6 Agustus 2026, dipicu membaiknya indikator ekonomi, meredanya ketegang...
Rupiah Menguat di Pembukaan, Didukung Turunnya Harga Minyak
Rupiah menguat di pembukaan 6 Agustus 2026 ke Rp17.901 per USD, didorong penurunan harga minyak dan data eko...
Emas Antam Naik Rp50.000 per Gram, Harga Terbaru Logam Mulia
Emas Antam naik Rp50.000 per gram; harga 1 gram kini Rp2.679.000, buyback Rp2.490.000. Cek daftar harga per...
IHSG Berpotensi Menguat, Didorong Data Ekonomi dan Meredanya Geopolitik
IHSG diperkirakan menguat ke level 6.370-6.400 karena data ekonomi domestik membaik dan meredanya ketegangan...
Mendag ke BRICS di India, Perjuangkan Akses Pasar Indonesia
Mendag Budi Santoso ke BRICS di Jaipur (6-7 Agustus 2026) untuk memperjuangkan akses pasar, investasi, dan p...