Ekonomi

Aset Keuangan Syariah Capai Rekor Rp3.131 T, OJK Catat Pertumbuhan

Bagikan:

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)Rp3.131,02 triliun pada 2025, naik 8,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025 menegaskan pertumbuhan disertai perbaikan kualitas dan daya saing industri, kata pimpinan OJK di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Rekor aset dan rincian pertumbuhan

OJK memaparkan lonjakan aset terjadi pada beberapa subsektor. Perbankan syariah dan pasar modal syariah menjadi kontributor utama terhadap rekor total aset tersebut.

Sektor Aset 2025 (Rp triliun) Pertumbuhan YoY
Perbankan Syariah 1.067,73 8,92%
Pasar Modal Syariah 1.875,25 8,18%
IKNB Syariah - PPDP 74,27
IKNB Syariah - PVML 124,51

Penilaian kualitas dan daya saing

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pertumbuhan tidak sekadar angka. Dia menekankan peningkatan kualitas dan kemampuan bersaing industri.

"Industri keuangan syariah nasional terus melangkah ke arah yang lebih baik, tidak hanya tumbuh secara kuantitatif. Tetapi juga semakin meningkat dari sisi kualitas dan daya saing,"

Friderica mengingatkan pencapaian ini perlu dijaga agar sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kebijakan dan koordinasi pengembangan

OJK menyatakan penguatan industri dilakukan lewat regulasi, peta jalan sektoral, dan kebijakan strategis. Badan pengawas berupaya memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan untuk mendorong inklusi dan keberlanjutan.

"Komite Pengembangan Keuangan Syariah menjadi wadah koordinasi lintas pemangku kepentingan sejak 2025. Sinergi ini diharapkan memperkuat daya saing dan stabilitas industri keuangan syariah," ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.

Implikasi dan prospek

LPKSI 2025 diharapkan menjadi rujukan bagi regulator, pelaku industri, akademisi, investor, dan masyarakat. Laporan itu juga mendukung pengembangan ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, penguatan regulasi dan koordinasi lintas sektor akan menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan produk syariah.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait