Ekonomi

IHSG Sesi I Ditutup di 6.351, Volume Rp10,36 T

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG ditutup di level 6.351 pada sesi I 6 Agustus 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.351 pada akhir sesi I perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026. Pergerakan pasar fluktuatif; IHSG sempat menyentuh 6.324 sebelum rebound tipis, seiring volume perdagangan mencapai 34,72 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,36 triliun.

Ringkasan Perdagangan

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 274 saham naik, 333 saham turun, dan 184 saham stagnan. Pergerakan ini mencerminkan sentimen campuran antara faktor eksternal dan data domestik.

Sentimen Eksternal

Sentimen eksternal memberi tekanan sekaligus dukungan. Harga minyak Brent turun di bawah USD 80 per barel, yang umumnya meringankan kekhawatiran inflasi energi. Namun kekhawatiran terkait potensi dibukanya kembali jalur Selat Hormuz menjadi sentimen negatif yang membayangi pasar.

Selain itu, data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan adanya pelambatan penyerapan tenaga kerja, yang menambah ketidakpastian prospek ekonomi global dan mempengaruhi arus modal ke pasar negara berkembang.

Sentimen Domestik dan Prospek

Di dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat sebesar 5,29 persen pada kuartal II 2026. Analis dari Pilarmas Investindo menilai angka ini menunjukkan daya tahan ekonomi meski melambat.

"Ini menunjukkan fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat, meski melambat dibanding kuartal sebelumnya,"

Tim analisis Phintraco melihat peluang penguatan lanjutan IHSG dengan potensi menguji area 6.370-6.400. Mereka mengaitkan prospek tersebut dengan membaiknya indikator ekonomi domestik, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dan optimisme terhadap laporan kinerja emiten.

Saham Papan Atas dan Pelemahan

Pada sesi I, beberapa saham mencatat kenaikan signifikan, sementara yang lain mengalami tekanan jual. Berikut detailnya:

  • Saham dengan kenaikan terbesar: TMPO, JGLE, PDES, MDIA, IATA
  • Saham dengan penurunan terbesar: TALF, BACH, TIRA, TGUK, BTEK

Kesimpulan dan Implikasi

Pergerakan IHSG pada sesi I mencerminkan kombinasi sentimen global dan domestik. Penurunan harga minyak dan data ekonomi Indonesia yang masih positif menjadi penopang, namun risiko geopolitik dan momentum pasar global dapat membatasi penguatan lanjutan. Investor disarankan memantau perkembangan geopolitik dan rilis data makro selanjutnya sebagai penentu arah pasar dalam beberapa hari ke depan.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait