IXPE Temukan Bukti Vacuum Birefringence pada Magnetar
Misi pengamatan sinar-X IXPE NASA melaporkan temuan yang memperkuat teori fisika kuantum berusia hampir 90 tahun. Pada 6 Agustus 2026, tim mempublikasikan hasil pengamatan terhadap magnetar 1E 1547-5408, yang menunjukkan polarisasi sinar-X jauh lebih tinggi daripada prediksi model saat ini. Data ini didapat dari pengamatan selama lebih dari 140 jam dan dianalisis bersama data teleskop lain.
Pengamatan dan metode
IXPE mengamati magnetar 1E 1547-5408 lebih dari 140 jam. Pengukuran dilengkapi dengan data dari teleskop sinar-X NICER milik NASA dan teleskop radio Murriyang di Australia. Kolaborasi ini menjadi pengukuran terkoordinasi pertama yang menggabungkan polarisasi sinar-X dan gelombang radio pada sebuah magnetar.
Hasil utama
Analisis menunjukkan tingkat polarisasi sinar-X hampir tiga kali lebih besar dibandingkan objek serupa. Angka ini tidak dapat dijelaskan oleh model emisi permukaan bintang neutron yang ada saat ini. Simulasi komputer yang dijalankan tim menunjukkan pola polarisasi yang terdeteksi hanya dapat direproduksi jika efek fisika tertentu hadir di sekitar magnetar.
Apa itu vacuum birefringence?
Para peneliti menduga fenomena yang diamati terkait dengan vacuum birefringence, sebuah prediksi elektrodinamika kuantum yang pertama kali diajukan pada 1936. Teori ini menyatakan bahwa ruang hampa dapat berperilaku seperti prisma atau lensa ketika dipengaruhi medan magnet sangat kuat. Dalam kondisi demikian, ruang hampa bisa menyaring cahaya berdasarkan arah perambatan dan meningkatkan tingkat polarisasinya.
Interpretasi dan dukungan simulasi
Simulasi yang dibuat tim mendukung kemungkinan bahwa vacuum birefringence menjadi penyebab sinyal yang terdeteksi. Pola polarisasi sinar-X yang diamati hanya cocok dengan model yang memasukkan efek tersebut, sehingga penjelasan lain berdasarkan emisi permukaan saja dianggap tidak memadai.
Dampak dan langkah selanjutnya
Menurut pernyataan tim, hasil ini menunjukkan bahwa magnetar dapat berfungsi sebagai laboratorium alami untuk menguji aspek-aspek fisika kuantum yang sulit direproduksi di Bumi. NASA menekankan perlunya pengamatan lanjutan terhadap magnetar ini dan objek serupa untuk memastikan sifat sinyal. Jika dikonfirmasi, temuan ini akan menjadi pengamatan langsung pertama vacuum birefringence dan membuka peluang menemukan efek kuantum eksotis lainnya di lingkungan ekstrem.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
FT UNJ Susun SOP Salon Kecantikan Sesuai Standar Industri
FT UNJ dan Puspita Martha menyusun SOP salon kecantikan untuk memenuhi standar industri dan memperkuat link...
BRIN Verifikasi Tumpahan Batu Bara di Perairan Jepara
BRIN ikut verifikasi lapangan tumpahan batu bara di Mororejo, Jepara (28 Jul–1 Agu 2026) menggunakan pemodel...
NASA Siapkan Spacewalk ISS, Crew-13 Dijadwalkan Meluncur September
Ekspedisi 75 lakukan spacewalk 6 Agustus 2026 untuk siapkan platform panel surya; Crew-13 dijadwalkan melunc...
HAYLOU Watch Hyper: Smartwatch Outdoor dengan Dual-Band GPS dan Peta Offline
HAYLOU meluncurkan Watch Hyper dengan L1+L5 dual-band GPS, peta offline, 170+ mode olahraga, dan baterai hin...
DDTC Academy Raih Rekor MURI dan Pengakuan Internasional
DDTC Academy raih Rekor MURI untuk koleksi perpustakaan pajak dan diakui CIOT sebagai penyelenggara pelatiha...
Dekan FEB UNJ Dorong Riset Jadi Rujukan Kebijakan Ekonomi
Dekan FEB UNJ Mohamad Rizan mendorong hasil riset perguruan tinggi jadi rujukan kebijakan ekonomi lewat buku...