Dinkes Bekasi Temukan Remaja Terdiagnosis Hipertensi dan Diabetes
Dinas Kesehatan Kota Bekasi menemukan sejumlah remaja berusia 10-15 tahun terdiagnosis hipertensi dan diabetes saat pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah, Sabtu, 20 Juni 2026. Temuan ini memicu imbauan kepada orangtua untuk memperbaiki pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik anak.
Temuan CKG di sekolah
Program CKG yang digelar oleh Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat menyasar siswa di beberapa sekolah. Hasil skrining menunjukkan beberapa anak remaja memiliki tekanan darah tinggi dan kadar gula yang mengarah ke diabetes.
Rata-rata usia pasien terdeteksi berada pada rentang 10-15 tahun. Temuan ini mengejutkan karena umumnya penyakit tersebut lebih sering terdeteksi pada kelompok dewasa.
Penyebab diduga
Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Kota Bekasi, Ella Ramaliawaty, menduga kondisi itu berkaitan dengan pola hidup dan konsumsi makanan anak. Menurutnya, asupan minuman manis dan minimnya aktivitas fisik menjadi faktor utama.
"Banyaknya konsumsi minuman tinggi gula dan juga kurangnya aktivitas fisik pada anak,"
"Jajan sembarangan, minum manis dan geraknya kurang karena sering main gadget,"
Imbauan untuk orangtua
Dinas Kesehatan meminta orangtua lebih aktif mengawasi asupan dan kebiasaan anak. Salah satu rekomendasi adalah menyeimbangkan komposisi makanan harian dengan porsi protein, karbohidrat, sayur, dan buah.
Selain itu, pihaknya mendorong orangtua untuk membawakan bekal sehat agar jajanan di sekolah tidak menjadi sumber gula dan lemak berlebih.
"Orang tua mohon agar memperhatikan pola makan anak-anaknya. Pola makannya diseimbangkan antara lauk, karbohidrat, sayuran dan buah kalau perlu bawakan bekal untuk anak ke sekolah,"
Langkah pencegahan dan tindak lanjut
Untuk menekan angka kasus, program CKG akan terus digalakkan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain. Petugas kesehatan melakukan pendekatan jemput bola agar skrining dan edukasi lebih menjangkau anak-anak.
Rekomendasi tindakan bagi orangtua dan sekolah meliputi:
- Mengurangi konsumsi minuman tinggi gula dan makanan olahan.
- Menyediakan bekal sehat dan mengawasi jajanan sekolah.
- Meningkatkan aktivitas fisik harian dan batasi penggunaan gadget.
- Rutin mengikuti pemeriksaan kesehatan sekolah oleh puskesmas.
Temuan ini menjadi peringatan bahwa pola hidup tidak sehat dapat memengaruhi kesehatan anak sejak usia belasan tahun. Upaya pencegahan melalui edukasi, pengawasan orangtua, dan skrining rutin dinilai krusial untuk menurunkan risiko jangka panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Konsumsi Sayur dan Buah Tingkatkan Imunitas, Kata Ahli
Prof. Hardinsyah: konsumsi sayur dan buah setiap hari tingkatkan imunitas dan kurangi risiko penyakit tidak...
Tren Lari FOMO Berujung Gaya Hidup Sehat
Tren lari yang semula dipicu FOMO kini berubah jadi gaya hidup sehat, dorong partisipasi, relasi sosial, dan...
Paparan Layar Berlebih Ganggu Kesehatan Mata, Terapkan 20-20-20
Paparan layar lama menyebabkan mata lelah dan kering; dokter menyarankan metode 20-20-20 serta atur pencahay...
Cuci Tangan Efektif Cegah Penyakit Menular, Ini Aturannya
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir efektif mencegah penularan penyakit; lakukan pada momen kunci s...
Jalan Kaki 30 Menit Sehari: Manfaat Besar untuk Tubuh dan Pikiran
Jalan kaki 30 menit sehari efektif menjaga jantung, membantu kontrol berat badan, dan meredakan stres—invest...
Minum Air Putih Cukup: Jaga Tubuh Tetap Prima dan Cegah Dehidrasi
Minum air putih cukup penting untuk mencegah dehidrasi, menjaga fungsi organ, dan mendukung sirkulasi darah...